Langsung ke konten utama

Draft YouTube Content: Persiapan Menghadapi New Normal bagi Anak-Anak

Hallo teman Bundyta, kali ini aku akan berbagi tentang persiapan yang biasa aku lakukan untuk membuat konten YouTube Channel. Salah satu kategori Althaf Barra Channel adalah BAB “Berita Althaf Barra”. Dimana untuk kali keempat ini, kami akan berbagi tentang isu New Normal.

Berikut adalah Draft YouTube Content bertajuk Persiapan Menghadapi New Normal bagi Anak-Anak.

—————

(On Camera)
Assalamu’alaikum, wr. wb.
Kembali lagi di BAB, Berita Althaf Barra, bersama dengan saya Althaf. 
Seperti biasa, saya akan memberikan informasi yang terpenting dan terupdate.
Agar menambah wawasan kita semua, Sobat Althaf Barra Channel.

Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah “New Normal” di televisi, radio, internet,
bahkan di lingkungan rumah kita sendiri.
Sobat Althaf Barra Channel, ada yang tahu artinya? 

(INFOGRAFIS)

(Voice Over)
New Normal dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “Kenormalan Baru”.
Artinya kita akan beradaptasi, kembali ke aktivitas normal,
seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.
Namun, tetap mengutamakan protokol kesehatan untuk menghadapi covid-19. 

Jadi, sudah lebih dari 3 bulan kita sekolah dari rumah, Orang tua kita pun kerja dari rumah.
Kita juga diminta untuk stay at home dan tidak boleh mengunjungi tempat-tempat keramaian.
Alhamdulillah, sekarang kita akan mulai kembali ke aktivitas rutin seperti sebelumnya.

(On Camera)
(Althaf bergaya mikir, pegang dagu) Coba bayangkan, pasti seru kan?
Eits… Tapi sabar dulu, karena masih ada yang terjangkit Virus Corona.
Maka ada banyak hal yang harus kita siapkan,
untuk menghadapi kondisi New Normal ini, guys…

Nah, ini dia “Persiapan Menghadapi New Normal bagi Anak-Anak”:

1. Selalu berdoa kepada Allah SWT dan optimis bahwa keadaan akan segera membaik.
Karena kita masih anak-anak, lebih baik ibadah di rumah saja.
Nah, kalau shalat berjamaah di masjid, sebaiknya membawa perlengkapan sendiri ya!
(gambar Althaf Barra shalat)

2. Gaya hidup sehat dan istirahat yang cukup.
Makan makanan yang bergizi untuk menjaga imunitas tubuh. Kalau berpergian, sebaiknya bawa bekal dari rumah ya! Tidur juga tak boleh terlalu malam.
Oh, iya! Kalau sedang sakit, seperti batuk atau pilek, harus tahu adab yang baik agar tak menularkan.
(gambar Althaf Barra bawa bekal, makanan di kotak makan & minum, tidur)

3. Selalu jaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitarmu.
Cuci tangan dengan benar atau gunakan Hand Sanitizers.
(gambar Althaf Barra menyapu dan mengelap, cuci tangan)

4. Boleh keluar rumah untuk berjemur, olah raga, atau mencari udara segar.
Namun, selalu menggunakan masker dan didampingi orang dewasa.
Jangan lupa bawa masker cadangan dan tempat masker yang kotor.
(gambar Althaf Barra olahraga di luar bersama Ayah/ Bunda, pakai masker, membawa masker cadangan dan plastik untuk masker kotor)

5. Tetap hindari keramaian.
Optimalkan aplikasi online untuk belajar, belanja, atau mengobrol bersama teman.
(gambar Althaf Barra Video Call dan belanja online)

6. Membuat jadwal aktivitas rutin yang baru. Persiapan untuk mulai kembali ke sekolah.
Siapa yang selama di rumah aja lebih banyak mainnya?
Atau semakin banyak screentime-nya?
Yuk, kita atur lagi jadwal harian kita seperti dulu!
Membuat jadwal belajar seperti di sekolah, jadwal mengaji, dan kegiatan rutin kamu lainnya.
Jadi, gak kaget deh dengan aktivitas saat nanti kita kembali ke sekolah
(gambar Althaf belajar online, buka Zoom sambil nulis, Barra mewarnai di meja belajar)
 
Nah, itu dia Persiapan Menghadapi New Normal bagi Anak-Anak. 
Kalau menurut kamu, hal lain yang perlu disiapkan?
Yuk, sharing ke Sobat Althaf Barra Channel.
Silahkan tulis di kolom komentar ya!!!

Oke, sekian dulu infromasi di BAB, Berita Althaf Barra.
Nantikan video-video lainnya di Althaf Barra Channel. Bye…

Wasslamu’alaikum, wr. wb.
—————

Demikian draft untuk konten YouTube “Althaf Barra Channel” InsyaaAllah video akan digarap ya... Nantikan tayangannya, jangan lupa juga untuk “Subscribe” yaa...! Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah. Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir