Langsung ke konten utama

BunSay - Game Level #12 Tantangan Hari #14


•Lemonilo Apps | Aplisi Belanja Bahan Makanan Sehat•
Bismillahirrahmaanirrahiim… Sudah hampir sebulan “self-isolation” di rumah, demi berperan aktif memutus mata rantai Covid-19. Namun, semakin lama wilayah depok pun seperti terkarantina dengan sendirinya. Termasuk swalayan terdekat dan mamang sayur yang biasa berjualan masuk ke komplek rumah.

Kemarin carin bahan makanan semakin langka di swalayan, begitu juga Si Mamang yang kini terbatas ruang geraknya alias gak bisa masuk komplek lagi. Alhasil aku harus ke depan komplek kalau mau belanja, menantang sekali kalau tak ada Pak Suami. Maklum ya, anak-anak belum berani ditinggal sendiri. Eh, emaknya yang gak berani ninggalin! Hehe..

Alhamdulillah ada aplikasi bahan makanan sehat yang menjawab kebutuhan saat ini, yaitu Lemonilo Apps. Di sini aku tak cuma belanja mie, tetapi juga snack dan bumbu dapur. Eits, tak hanya itu lho! Ternyata dengan menggandeng brand lain yang satu value, kita disajikan banyak produk sehat yang berkualitas.

Sebut saja beragam kebutuhan ibu & anak, suplemen kesehatan, bahkan produk-produk untuk perawatan. Alamak… Cucok banget kan? Dan ini khusus semua produk yang sehat dan aman, jadi insyaaAllah kita pun bisa nyaman. Penasaran? Cuss langsung di-install aja… Semoga bermanfaat ya!




@institut.ibu.profesional⁣
@ibuprofesional.depok⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#iip⁣
#Day14
#level12⁣
#covid19⁣
#iipdepok⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#lemonilo
#IIPxBundyta⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#dirumahajah⁣
#gamelevel12⁣
#diamdirumah⁣
#lawancorona⁣
#antimatigaya⁣
#aktivitasanak⁣
#mendadakHS⁣
#dirumah14hari⁣
#belajardirumah⁣
#covid19escape⁣
#kuliahbunsayiip⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#sekolahdirumah⁣
#ibulawancorona⁣
#HomeSchooling⁣
#HomeEducation⁣
#tantangan10hari⁣
#bundytabercerita⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#14hariantimatigaya⁣
#keluargamultimedia⁣
#kuliahbundasayang⁣
#institutibuprofesional



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah. Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

Dariku dan Untukku

08/30 •Dariku dan Untukku• . Bismillaahirrahmaanirrahiim... Hari ini, tepat seminggu di tahun baru 2020. Setelah pekan lalu membuat refleksi 2019, aku jadi teringat akan sesuatu. Sebuah batu titian awal, untuk melompat ke tingkatan selanjutnya dalam kehidupan. Lompatan terbesarku di tahun kemarin adalah keberanian dalam menentukan pilihan. Salah satunya adalah “memilih untuk terus menulis”. . Sebuah resolusi yang dibuat sejak awal tahun 2019 dan berhasil direalisasikan. Alhamdulillah, tentunya atas izin Allah, aku bisa konsisten untuk menulis sepanjang tahun. Menulis apapun, diary, tugas belajar, pekerjaan, bahkan yang tak pernah aku bayangkan, bisa ikut berkontribusi dalam tiga buah buku antologi. . Selama tahun 2019, Alhamdulillah lahir tiga buah buku antologi bersama teman di berbagai komunitas. Karya pertama adalah sebuah buku non-fiksi terkait “Unforgettable Moment”. Kemudian aku mulai belajar menulis fiksi dalam buku “Pelangi di Negeri Air” dan terakhir “HR Story