Langsung ke konten utama

Liburan Ramah Kantong, di Hotel Ramah Anak. Benarkah Ada?


Setiap awal bulan, keluarga kecil kami biasa menyempatkan diri untuk berakhir pekan bersama. Ya! Harus bersama, karena biasanya kami berkunjung ke rumah kakek dan nenek, ayah juga terkadang ada pekerjaan atau bunda yang ada urusan. Tak jarang, anak-anak pun hanya ingin bermain di rumah bersama teman-teman mereka. Namun, berita di awal bulan Maret 2020 ini benar-benar membuat “geger” masyarakat Indonesia, tak terkecuali keluarga kami yang bertempat tinggal di Wilayah Depok. Bagaimana tidak? Dua orang warga Depok telah dipastikan positif terjangkit Virus Corona. Virus yang sedang ramai diperbincangkan seluruh dunia karena keganasannya menginfeksi banyak manusia dalam waktu yang relatif singkat. Dimana jumlah orang yang terinfeksi virus corona COVID-19 hingga 10 Maret 2020 mencapai 114.285 kasus di seluruh dunia (berdasarkan https://www.worldometers.info/coronavirus/). 

Respon yang ditunjukkan masyarakat Indonesia pun beragam. Beberapa teman di lingkungan kami, banyak yang menunda perjalanan mereka ke luar negeri, begitu juga domestik. Bahkan ada pula tetangga yang terlihat memborong sembako karena khawatir akan kelangkaan, jika suatu saat Depok diisolasi. Alhasil, hingga menjelang akhir pekan, keluarga kecil kami belum memiliki rencana liburan. Padahal dengan adanya berita Virus Corona, kami pun ikut merasakan panik dan membutuhkan refreshing. Akhirnya, kami mengambil sikap untuk tetap tenang dan kembali merencanakan liburan agar tidak terlalu stres menghadapi kondisi sekarang. Dengan jiwa yang sehat, Insyaa Allah akan melahirkan tubuh yang kuat, sehingga bisa menghadapi serangan Virus Corona sekalipun.

Beberapa informasi kami kumpulkan dan berbagai cara antisipasi tertularnya Virus Corona, kami rangkum untuk dijadikan pedoman. Kami memberanikan diri untuk keluar rumah, tapi hanya liburan ke tempat yang dekat saja. Kami berencana hanya menggunakan alat transportasi pribadi ke tempat tujuan yang lokasinya tidak terlalu ramai, untuk mengurangi interaksi dengan banyak orang. Kebetulan rumah kami di Depok yang dekat ke arah Bogor, sehingga kami mencari tempat berlibur ke arah Bogor dan sekitarnya. Dengan pertimbangan menghindari keramaian, staycation akhirnya menjadi pilihan. Tidak berlibur ke tempat wisata, tetapi hanya memindahkan aktivitas keseharian di tempat yang berbeda.

Bangunan Tampak Luar (Depan dan Samping)

Setelah mencari-cari informasi, bermalam di Sahira Butik Hotel Pakuan pun akhirnya menjadi pilihan kami. Hanya sekitar satu jam saja, kami menempuh perjalanan 35 km ke lokasi. Sesampainya di sana, kami disambut dengan ramah saat check-in sambil menikmati Leci Ice Tea sebagai Welcome Drink. Prosesnya tidak lama, sehingga kami pun bisa langsung masuk ke dalam kamar. Kebetulan saat itu kami memesan kamar dengan tipe Deluxe King Room di lantai 3, dengan pemandangan luar kamar adalah kolam renang yang mungil dan cantik. Ukuran kamarnya memang tak terlalu besar, tapi cukup untuk keluarga kecil kami dan secara keseluruhan sangat nyaman dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan.

Kamar dan Pemandangan Jendela Luar Kamar (Kolam Renang)

Dengan mengusung konsep Madani, hotel ini sarat dengan nilai-nilai Islam. Informasi yang kami dapatkan dari receptionist, Sahira Butik Hotel Pakuan sangat memegang norma agama, hukum, dan masyarakat. Wah jadi tenang deh! Gak ada tuh ceritanya, pasangan belum menikah bisa menginap di sini. Hehehe… Apalagi keberadaan Mushola yang mudah ditemukan di berbagai sudut ruangan, bahkan setiap kamar pun disediakan perlengkapan shalat lengkap serta Al-Qur’an, insyaa Allah berkah untuk semuanya. Nah, kalau dilihat dari tampilan bangunan, hotel ini seperti konsep bangunan lama yang dihiasi dengan berbagai ornamen timur tengah. Dari Guest Directory, terungkap fakta bahwa hotel ini adalah salah satu bangunan yang dilindungi oleh pemerintah kota bogor. Tanpa mengubah struktur awal bangunannya, pada tahun 2004, sebuah rumah peninggalan zaman Belanda ini dialihfungsikan menjadi sebuah hotel.

Bangunan Tampak Dalam (Lobby dan Lorong Kamar)

Ketika check-in, anak-anak sudah diberi informasi bahwa mereka dapat menikmati fasilitas di Kids Movie Room. Wah, sungguh beruntung! Pertunjukkan film sore ini adalah “Cars 3 Movie”, film favorit Althaf dan Albarra. Sambil santai menonton, mereka duduk di antara guling-guling kecil, sambil menikmati cemilan yang disajikan. Setelah itu, anak-anak juga diperbolehkan untuk bermain XBox di sudut ruangan, serta membaca buku-buku yang tersedia di meja. Aktivitas yang tak kalah menarik adalah bermain di Kids Corner, yang lokasinya tak jauh dari Kids Movie Room. Di sana, mereka bisa mandi bola, bermain trampolin, ayunan, jungkat jungkit, perosotan, serta berbagai jenis mainan lainnya. Wah, First Impression yang luar biasa menarik bagi anak-anak, seperti sedang jalan-jalan ke Mall.


Kids Movie Room dan Kids Corner


Ayah dan bunda tentu tak kalah asyik menikmati sore hari di luar ruangan. Selain kolam renang yang manis sekali di dekat kamar kami, ternyata ada kolam renang lainnya yang lebih luas, yaitu Salsabila Swimming Pool. Berdampingan dengan Rahisa Cafe, dimana kami bisa ngopi dengan santai di sore hari, sambil ditemani dengan suguhan Live music. Benar-benar worth it! Anak-anak bermain dengan senang, orang tua pun jadi tenang. Kami semua bisa menikmati waktu liburan dengan nyaman, beserta isi dompet yang aman, karena rate kamar Sahira Butik Hotel Pakuan sungguh affordable! Hanya dengan budget kurang dari satu juta, kami sudah bisa menikmati segala macam fasilitas menarik untuk keluarga. Untuk business meeting atau acara lainnya juga bisa lho! Misalnya pernikahan atau ulang tahun.

Salsabila Swimming Pool dan Rahisa Cafe

Berhubung besok pagi kami berencana untuk sarapan di hotel, malam sebelumnya kami memutuskan untuk makan malam di luar. Di sinilah kami merasa bahwa hotel ini benar-benar berada di lokasi yang strategis. Ada Mall besar seperti Botani Square yang dapat ditempuh dengan beberapa menit saja. Kalau malas berkendara, jalan kaki untuk ngopi-ngopi tentu saja ada, mau makanan kaki lima pun banyak, atau makan nyaman bersama dengan keluarga malah banyak sekali pilihannya. Dengan begitu banyaknya pilihan, kami memilih untuk makan di De’Leuit yang lokasinya paling dekat dengan hotel. Makanannya ala Sunda dan terdapat playground untuk anak-anak. Dengan ini, ketika seharian sudah lelah beraktivitas, kami dapat dengan cepat beristirahat untuk menyiapkan anak-anak dengan serangkaian kegiatan yang seru lainnya esok pagi.

Hawra Restaurant

Hm… Keesokan paginya ada apa aja ya? Tentu setelah bangun tidur, isi perut alias sarapan dulu. Di Hawra Restaurant kami disajikan berbagai jenis makanan dengan menu yang lengkap. Anak-anak menikmati bubur ayam, bubur kacang hijau - ketan hitam, dan bubur sumsum. Sementara aku memilih sarapan lontong sayur dan diakhiri dengan salad buah, dimana suami sudah puas dengan makanan wajib nasi goreng beserta omelet. Setelah itu, tentu kami menyantap berbagai macam dessert yang segar dan lezat. Di restoran ini juga terdapat beraneka ragam pilihan sarapan lainnya seperti roti, sereal, serta dilengkapi aneka minuman. Alhamdulillah semua makanan dan minuman yang tersaji, sangat cocok di lidah kami. Hingga sekitar pukul 8 pagi, pengunjung anak-anak diinformasikan untuk mengikuti kegiatan di Rahisa Cafe. Anak-anak pun bergegas menyelesaikan sarapan mereka dan menuju ke tepi kolam renang dengan antusias.

Ternyata di sana sudah tersedia meja besar beserta dengan perlengkapan Bartender. Anak-anak kemudian diajarkan bagaimana cara meracik minuman. Mulai dari memilih sirup, menuangkannya dalam gelas, memasukkan batu es, hingga memberi garnish pada sisi gelas. Acara semakin seru ketika anak-anak mendapat tantangan untuk membuat minumannya sendiri dan hendak diberi apresiasi berupa hadiah. Wah! Mereka sungguh terlihat senang! Tak berakhir di situ, ternyata keseruan lainnya telah menanti. Ada beberapa ekor kelinci lucu dari Komunitas Pecinta Kelinci @kelinciraslovers yang siap memperkaya pengalaman mereka. Memberi makan, mengelus-elus, menggendong, dan foto bersama menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Hingga dua hari kemudian saat tulisan ini dibuat, kami sekeluarga masih membicarakan dan mempertimbangkan untuk memiliki kelinci sebagai hewan peliharaan.

Bartender Games dan Memberi Makan Kelinci

Sarapan sudah, lomba membuat minuman juga sudah, bermain dengan kelinci pun sudah. Saatnya ‘nyemplung’ ke Salsabila Swimming Pool yang sejak tadi sudah menggoda dengan pancuran airnya. Kolam renang yang sangat mengakomodasi kebutuhan keluarga, dimana anak-anak bisa bermain air di kolam dangkal, sementara orang tua pun bisa berenang lebih luas di kolam dalam. Seperti biasa, sambil berenang, kami bisa membeli makanan ringan dan minuman di Rahisa Cafe. Alhamdulillah cuaca yang cerah mewarnai keceriaan pagi kami hingga sekitar pukul 11, dimana kami harus kembali ke kamar dan bersiap untuk pulang.

Setelah semuanya siap, check-out pun dilakukan dengan cepat. Oh, iya! Tak perlu deposit juga untuk menginap di sini. Cara pemesanan dan pembayaran pun mudah dan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Coba saja kunjungi agen perjalanan favoritmu atau langsung meluncur ke website http://sahirabutikpakuan.com/. Secara keseluruhan, menginap di sini, memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan bagi keluarga kecil kami. Walaupun setelah check-out, anak-anak belum mau pulang dan masih ingin bermain di Kids Corner. Alhamdulillah, kami masih diizinkan bermain, bahkan berenang.

Oh iya, walaupun tak menginap, ternyata pengunjung restoran bisa ikut berenang dan bermain di sini lho! Menyenangkan sekali, apalagi aktivitas anak-anak di akhir pekan telah dilaksanakan secara konsisten. Selain edukasi tentang kelinci dan belajar meracik minuman, ada juga aktivitas seru di kolam renang serta pengenalan dengan satwa lainnya seperti reptil. Movie Kids Time juga diselenggarakan secara berkala berupa film favorit anak lainnya, seperti Frozen, Finding Dori, Boss Baby dan lain sebagainya.

Wah, benar-benar tempat yang ramah anak deh! Insyaa Allah kami akan kembali staycation ke sini, karena selain fasilitasnya yang lengkap dan nyaman, Sahira Butik Hotel Pakuan juga ramah anak serta ramah di kantong orang tua. Hehehe… Kalau kamu bagaimana, tertarik juga untuk staycation di sini?



Sumber:

Komentar

  1. staycation emang sudah jadi solusi terbaik untuk liburan keluarga. Apalagi kalau hotelnya sudah ada kolam renangnya, anak2 pasti happy. Asik juga kalau lagi ada yg promo2 yah Mom

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah.
Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang sekali…

Dariku dan Untukku

08/30 •Dariku dan Untukku• . Bismillaahirrahmaanirrahiim... Hari ini, tepat seminggu di tahun baru 2020. Setelah pekan lalu membuat refleksi 2019, aku jadi teringat akan sesuatu. Sebuah batu titian awal, untuk melompat ke tingkatan selanjutnya dalam kehidupan. Lompatan terbesarku di tahun kemarin adalah keberanian dalam menentukan pilihan. Salah satunya adalah “memilih untuk terus menulis”. . Sebuah resolusi yang dibuat sejak awal tahun 2019 dan berhasil direalisasikan. Alhamdulillah, tentunya atas izin Allah, aku bisa konsisten untuk menulis sepanjang tahun. Menulis apapun, diary, tugas belajar, pekerjaan, bahkan yang tak pernah aku bayangkan, bisa ikut berkontribusi dalam tiga buah buku antologi. . Selama tahun 2019, Alhamdulillah lahir tiga buah buku antologi bersama teman di berbagai komunitas. Karya pertama adalah sebuah buku non-fiksi terkait “Unforgettable Moment”. Kemudian aku mulai belajar menulis fiksi dalam buku “Pelangi di Negeri Air” dan terakhir “HR Story”, sebagai rekam jejak…

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo
Oleh: Cindyta Septiana
Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012.
Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan kerabat, tak lain ad…