Langsung ke konten utama

Latihan Menulis dengan Stimulasi Gambar



Pie Buah Ketogenic

Semakin hari, aku semakin takut akan kematian. Baru saja pekan lalu teman sekolahku saat di SMA meninggal dunia. Penyebabnya adalah jantung, tapi memang sudah lama ia mengalami Diabetes. Ada lagi teman kantorku dulu, kolesterol tinggi membuatnya stroke di usia sangat muda. Belum genap 40 tahun sudah meninggal dunia.

Lain halnya dengan teman SMP yang setahun lalu lebih dahulu berpulang karena kanker paru-paru. Konon dia sudah merokok sejak SD, jadi baru saja menginjak usia 30 tahun sudah divonis kanker. Hm… Menatap anak bungsuku kini yang bobot tubuhnya melebihi aku yang sudah melahirkan anak 3. Kalau tak dikendalikan, bagaimana nasibnya?

Aku pun mencoba mengajaknya bicara, “Dek, adek mulai lebih banyak makan buah ya, sekarang. Kurangi makanan manisnya.”

“Aku tuh gak tahan Bu, kalo lihat kue. Kalau makan buah malah kurang bernafsu!” Sahut Alya tak semangat.

Dengan wajah optimis aku pun coba membujuknya, “Ibu dapat resep pie buah, dengan tepung Almond. Jadi, kamu bisa tetap makan kue kering manis tapi ada tambahan buah. Bagaimana?”

Kini mata Alya berbinar dan begitu semangat menyambut ide yang aku sampaikan. “Serius, Bu? Oke, Alya mau coba. Nanti Alya bantuin bikin kuenya ya!”

Kami pun berpelukan erat. Setidaknya ada upaya dariku untuk terus membantu Alya keluar dari permasalahan berat badannya. Begitu juga Alya yang terlihat antusias untuk mengubah kebiasaan buruknya demi kesehatannya.

_Bundyta_100220_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

BunSay - Game Level #2 Tantangan Hari #2

•Game Level #2 Tantangan Hari #2• . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Subuh aku ukur suhu tubuh Althaf mencapai 39,1 derajat celcius. Akhirnya kuberi lagi paracetamol sambil terus mengompresnya dengan air panas, hingga pagi hari. Alhamdulillah, demamnya berkurang dan ia pun terbangun. Kami memutuskan untuk kembali izin sekolah dan beristirahat saja di rumah. Seperti biasa kalau demam turun, Althaf mulai ceria sehingga bisa kuajak sarapan di meja makan, walaupun  duduk dengan posisi bermalas-malasan. . “Mas, ini nasinya udah Bunda tuang ke piring, sekarang Kamu pilih mau makan apa?” Althaf melamun saja memandangi lauk-pauk di meja. “Mas, ayo… Kamu mau pakai apa?” Masih melamun kemudian tiba-tiba berkata, “Kentang kriuk aja pakai nasi.” “Lho,  Mamas kan suka itu wortel. Kemarin minta wortel.” “Yaudah wortel 3 potong aja.” Althaf pun mulai merengek. “Lauknya, Kamu coba semua ya, sedikit-sedikit aja.” “Ah, gak mau ah, ayam aja deh…” Pak suami yang duduk di samp