Langsung ke konten utama

BunSay - Game Level #11 Tantangan Hari #5

•Pemahaman Perbedaan Gender•

Berikut adalah materi presentasi hari ini.
     
 Perbedaan gender dan sex
     Menurut WHO, gender adalah sifat perempuan dan laki-laki seperti norma, peran, dan hubungan antara kelompok pria dan wanita, yang di konstruksi secara sosial.
Misal perempuan dikenal: lemah lembut, cantik, emosional dan keibuan. Sementara laki-laki lebih kepada kuat, rasional, jantan dan perkasa.

 Perbedaan gender dan sex
     Sex atau jenis kelamin adalah perbedaan jenis kelamin antara pria dan wanita. Perbedaan jenis tersebut dapat dilihat dari alat kelamin serta perbedaan genetik.

 Fitrah gender atau Fitrah seksualitas
     Fitrah gender/ Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. (Harry Santosa, Fitrah Based Education).

 Gender Dalam Pandangan Islam
     Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan persamaan mengandung prinsip kesetaraan. Laki-laki dan perempuan sama-sama sebagai seorang hamba (Az- Zariyat: 56), khalifah di bumi ( Al-Baqarah: 30), dan menerima perjanjian primordial (Al-A'raf: 172).
(Sarifa Suhara, Kesetaraan gender dalam perspektif Al-Qur'an dan Implikasinya dalam Hukum Islam, 2013)

 Gender Dalam Pandangan Islam
     Gender dalam pandangan Islam melihat bahwa jenis laki-laki dan perempuan sama di hadapan Allah. Memang ada ayat yang menegaskan bahwa, "Para laki-laki (suami) adalah pemimpin para perempuan (istri). (QS. An-nisa 34), namun kepemimpinan ini tidak boleh mengantarnya kepada kesewenang-wenangan, karena dari satu sisi Al-Qur'an memerintahkan untuk tolong menolong antara laki-laki dan perempuan dan sisi lain Al-Qur'an memerintahkan pula agar suami istri hendaknya mendiskusikan dan memusyawarahkan persoalan mereka bersama. (Kasmawati, Gender dalam Perspektif Islam, 2013)

 Fitrah gender/ seksualitas dalam pengasuhan
     Setiap anak dilahirkan dalam keadaan perempuan dan laki-laki, tidak ada yang lainnya. Fitrah kelelakian bagi anak lelaki berbeda dengan fitrah keperempuanan pada anak perempuan. Fitrah kelelakian akan berkembang menjadi fitrah keayahan sementara fitrah keperempuananan berkembang menjadi fitrah kebundaan.
(Harry Santosa, Fitah Based Education, 2017)

 Mengenalkan konsep gender pada anak
     Pada dasarnya, anak sudah bisa dikenalkan tentang gender sejak sejak umur 15 bulan. Pada saat ini, anak mulai memasuki fase anal. Fase anal adalah fase yang mana anak mulai paham tentang fungsi dari alat kelamin. Pada fase ini, anak mulai mempelajari perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

 Mengenalkan konsep gender pada anak
     Cara mengenalkan konsep gender pada anak salah satunya melalui permainan anak. Anak perempuan bisa berperan sebagai ibu, sementara anak laki-laki berperan sebagai ayah. Permainan seperti ini bermanfaat untuk mengenalkan perbedaan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, pengenalan konsep gender dapat juga dilakukan menggunakan boneka, buku cerita atau film. (school of parenting. 2018. “Mengenalkan Konsep Gender pada Anak Usia Dini”)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah. Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan