Langsung ke konten utama

BunSay - Game Level #10 Tantangan Hari #10


•Kucing Bobo Siang•⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Bismillaahirrahmaanirrahiim...⁣⁣⁣
⁣⁣
Mengajak Albarra (2th) bobo siang semakin lama semakin menantang. Sesekali digendong, seringkali dibacakan buku. Nah, kadang kalau di depan rumah sedang ramai teman-teman yang main, dia jadi semakin susah disuruh bobo siang, berat godaan.

Akhirnya kami suka duduk-duduk di teras depan rumah, sambil bercerita. Masih bermaksud mengajaknya bobo siang, aku bercerita tentang kucing yang kelelahan. Kebetulan saat itu ada 3 ekor kucing liar yang melintas depan teras.

Ceritanya dubbing, aku mengisi suara kucing yang saling berbicara. Tak lama kemudian salah satu kucing pergi duluan ke rumah lain, kubilang kepada Albarra, kucing itu hendak pergi bobo siang. Kebetulan kucing kedua hanya tidur-tiduran. Kukatakan pada Albarra bahwa kucing kelelahan tak mau bobo siang, jadi tak bisa lagi bermain sepeda bersama Albarra.

Ketika semua kucing pergi, akhirnya aku sampaikan bahwa semua kucing pergi bobo siang agar nanti sore bisa main sepeda bersama Albarra. Namun, ia bersikeras ingin tetap duduk di teras. Aku pun meninggalkannya sejenak untuk menjemur baju. 

Lima menit berselang aku kembali. Waduh, saat ternyata Albarra sudah tertidur pulas di teras. Hahaha… Sepertinya kelelahan seperti kucing nomor 2 ya? Baiklah, dokumentasikan fotonya biar besok dia mau bobo siang agar tak kelelahan. Semoga...
⁣⁣⁣⁣
#hari10
#level10⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#IIPxBundyta⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#gamelevel10⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#kuliahbunsayiip⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#tantangan10hari⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#institutibuprofesional⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#grabyourimagination⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#bundytabercerita⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#iipdepok⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#kucing
#fabel
#iip⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@institut.ibu.profesional⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@ibuprofesional.depok⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

BunSay - Game Level #2 Tantangan Hari #2

•Game Level #2 Tantangan Hari #2• . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Subuh aku ukur suhu tubuh Althaf mencapai 39,1 derajat celcius. Akhirnya kuberi lagi paracetamol sambil terus mengompresnya dengan air panas, hingga pagi hari. Alhamdulillah, demamnya berkurang dan ia pun terbangun. Kami memutuskan untuk kembali izin sekolah dan beristirahat saja di rumah. Seperti biasa kalau demam turun, Althaf mulai ceria sehingga bisa kuajak sarapan di meja makan, walaupun  duduk dengan posisi bermalas-malasan. . “Mas, ini nasinya udah Bunda tuang ke piring, sekarang Kamu pilih mau makan apa?” Althaf melamun saja memandangi lauk-pauk di meja. “Mas, ayo… Kamu mau pakai apa?” Masih melamun kemudian tiba-tiba berkata, “Kentang kriuk aja pakai nasi.” “Lho,  Mamas kan suka itu wortel. Kemarin minta wortel.” “Yaudah wortel 3 potong aja.” Althaf pun mulai merengek. “Lauknya, Kamu coba semua ya, sedikit-sedikit aja.” “Ah, gak mau ah, ayam aja deh…” Pak suami yang duduk di samp