Langsung ke konten utama

Aliran Rasa BunSay - Game Level #10


•Dongeng dengan Berjuta Manfaat•⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Bismillaahirrahmaanirrahiim...⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣
Kemarin adalah hari terakhir dimana aku menjalankan tantangan Kelas Bunda Sayang Level#10. Membangun karakter anak melalui dongeng ternyata menjadi tantangan terberat sejauh ini. Maklumlah, Biasanya aku bercerita dengan panduan buku, walaupun seringkali cerita dikembangkan agar tujuannya lebih mudah dipahami.⁣⁣
⁣⁣
Banyak hal positif yang dirasakan saat mendongeng bersama anak-anak. Paling utama adalah kedekatan antara ibu dan anak, mereka jadi menantikan saat dimana aku hendak mendongeng. Kemudian manfaat imajinasi dan kreativitas yang terasah, baik ibu maupun anak. Namun, ternyata sebuah cerita memang harus disesuaikan dengan usia anak ya? Terkadang aku mendongeng sebelum tidur untuk Althaf (6th) dan Albarra (2th), hasilnya fokus mereka pun berbeda. ⁣⁣
⁣⁣
Althaf sudah bisa lebih menggunakan logika, jadi seringkali ia tak langsung percaya dengan cerita khayalan dongeng, walaupun sudah dapat memahami nilai-nilai kebaikan dalam cerita dan mengambil ibrah dari cerita tersebut. Seperti saat tantangan hari ke-17, dimana ia tak serta merta menerima bahwa banjir di sekitar Sungai Cisadane adalah akibat dari kemarahan buaya putih, tetapi akibat membuang sampah ke dalam sungai.⁣⁣
⁣⁣
Sementara Albarra masih terpaku pada jalannya cerita, sehingga akan lebih mudah mengasosiasikan dongeng dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, ingin bermain pedang seperti panda atau memiliki kuku tajam seperti harimau. Walaupun demikian, dongeng yang selama ini kuceritakan telah memberikan banyak tambahan pengetahuan serta menanamkan adab dalam kehidupan sehari-hari.⁣⁣
⁣⁣
Semoga Bundyta semakin semangat ya, memberi teladan dalam mengasah kreativitas, khususnya membuat dongeng. Sehingga nilai-nilai kebaikan yang diharapkan dapat diingat terus, terinternalisasi, dan menguatkan karakter baik untuk Althaf dan Albarra. Aamiin Allahumma Aamiin.⁣⁣
⁣⁣⁣
#iip ⁣⁣⁣⁣⁣
#aliranrasa⁣⁣
#level10⁣⁣⁣⁣
#iipdepok ⁣⁣⁣⁣
#IIPxBundyta⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#gamelevel10⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#kuliahbunsayiip⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#tantangan10hari⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#bundytabercerita ⁣⁣⁣
#grabyourimagination⁣⁣⁣⁣
#institutibuprofesional⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
@institut.ibu.profesional⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@ibuprofesional.depok

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah.
Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang sekali…

Dariku dan Untukku

08/30 •Dariku dan Untukku• . Bismillaahirrahmaanirrahiim... Hari ini, tepat seminggu di tahun baru 2020. Setelah pekan lalu membuat refleksi 2019, aku jadi teringat akan sesuatu. Sebuah batu titian awal, untuk melompat ke tingkatan selanjutnya dalam kehidupan. Lompatan terbesarku di tahun kemarin adalah keberanian dalam menentukan pilihan. Salah satunya adalah “memilih untuk terus menulis”. . Sebuah resolusi yang dibuat sejak awal tahun 2019 dan berhasil direalisasikan. Alhamdulillah, tentunya atas izin Allah, aku bisa konsisten untuk menulis sepanjang tahun. Menulis apapun, diary, tugas belajar, pekerjaan, bahkan yang tak pernah aku bayangkan, bisa ikut berkontribusi dalam tiga buah buku antologi. . Selama tahun 2019, Alhamdulillah lahir tiga buah buku antologi bersama teman di berbagai komunitas. Karya pertama adalah sebuah buku non-fiksi terkait “Unforgettable Moment”. Kemudian aku mulai belajar menulis fiksi dalam buku “Pelangi di Negeri Air” dan terakhir “HR Story”, sebagai rekam jejak…

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo
Oleh: Cindyta Septiana
Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012.
Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan kerabat, tak lain ad…