Langsung ke konten utama

BunSay - Game Level #10 Tantangan Hari #7 29/30


29/30 •Petualangan Rusa•⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Bismillaahirrahmaanirrahiim...⁣⁣
Field Trip menjadi salah satu aktivitas yang selalu dinantikan oleh Althaf (6th). Anaknya sibuk berkemas, emaknya dihantui cemas. Maklum lah ya, namanya juga emak-emak, kebayang anaknya yang aktif ini berlarian kesana kemari di tempat umum, pastilah guru-guru pendamping jadi rempong. Hehe…

Akhirnya seperti biasa muncul sebuah ide untuk berpesan, karena kayaknya nasehat langsung udah disampaikan sampai bosan. Dongeng kali ini bertajuk “Petualangan Rusa”.

Dikisahkan lima ekor rusa yang biasa kita lihat di istana, mereka sudah lama sekali tinggal di sana. Mereka bernama AL, IL, UL, EL, OL. Suatu hari, raja memerintahkan mereka untuk pergi berpetualang ke dalam hutan. Anggap saja sebuah liburan atau petualangan.

Penjaga istana berpesan agar mereka mengikuti segala arahan dan larangan dari Sang Raja Hutan. Dialah seekor singa jantan yang menjadi pemimpin mereka selama di hutan. Singa memberi tahu kemana saja mereka akan pergi, apa yang akan mereka lakukan, serta memberi informasi beberapa lokasi yang harus mereka hindari.

Ketika sampai di sungai, singa memberi arah ke kanan jalan dan melarang mereka ke arah kiri. Namun, salah satu rusa penasaran, ia malah berbelok ke arah kiri. Benar saja, bahaya menghadang rusana bernama UL. Sungai yang berisi banyak buaya menghadang dan tanpa disangga, rusa tergelincir ke jurang.

Beruntung masih ada ranting pohon yang menahannya di bibir jurang. UL kemudian berteriak meminta pertolongan. Tak lama kemudian, Singa mendengar dan berusaha menolongnya. Beruntunglah UL diselamatkan oleh Singa dan dapat kembali ke rombongan.

Bundyta menceritakan dongeng ini, agar Althaf saat field trip selalu mengikuti arahan dari guru pendampingnya. Sebenarnya ini insight yang Althaf dapat sendiri setelah selesai dongeng. Bundyta pun jadi malu hati karena trik terbongkar lagi, hahaha… Gapapa deh yang penting Althaf aman, Bundyta tenang.












⁣⁣⁣
#hari7
#level10⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#fieldtrip
#alfathschool
#IIPxBundyta⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#gamelevel10⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#kuliahbunsayiip⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#tantangan10hari⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#institutibuprofesional⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#grabyourimagination⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#bundytabercerita⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#30haribercerita⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#30hbc2029
#30hbc20⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#iipdepok⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#iip⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@institut.ibu.profesional⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@ibuprofesional.depok⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@30haribercerita⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@atirecrebirah03⁣⁣⁣

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah. Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir