Langsung ke konten utama

BunSay - Game Level #10 Tantangan Hari #6 28/30


28/30 •Kotak Pensil Racil•⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Bismillaahirrahmaanirrahiim...⁣⁣
Akhir-akhir ini Althaf (6th) dan teman-teman di sekolah punya permainan baru. Alat yang digunakan adalah stick ice cream lolly. Kebetulan Althaf punya stock cukup banyak di rumah, satu tempat makan yang bisa diisi sekitar 100 batang. Setiap hari ia membawa semua koleksinya itu ke sekolah.⁣
Tetiba aku teringat pengalaman kecilku tentang kehilangan barang yang dibawa ke sekolah. Khawatir kalau saja seluruh stick hilang, maka ia akan uring-uringan. Giliran Bundyta deh nanti yang harus membelikan lagi, huuu rugiii… Aku pun terinspirasi untuk membuat sebuah dongeng tentang “Kotak Pensil Milik Racil”.⁣
Ada seorang anak sekolah dasar bernama Rania, karena tubuhnya yang mungil, ia biasa dipanggil Racil. Setiap ke sekolah, Racil membawa tempat pensil cukup besar. Ada 5 pensil, 3 pulpen, 3 penghapus, 2 rautan pensil, 2 tipe-x, 3 penggaris, 3 stabillo, bahkan 12 batang spidol warna.⁣
Selain digunakan untuk menulis, Racil senang memainkan alat tulisnya dengan cara bermain peran dengan temannya sebagai mainan orang-orangan atau seperti orang yang sedang berjualan alat tulis. Namun, suatu hari, ia terburu-buru dan lupa memasukkan kotak pensilnya ke dalam tas, saat hendak pulang.⁣
Kebetulan sore hari, kelas biasa digunakan untuk kegiatan lain selain belajar. Seperti ekstrakurikuler atau rapat. Benar saja, saat keesokan pagi ia sekolah, kotak pensil dengan isi yang sangat lengkap dan berlebih itu sudah raib dari laci meja. Tak ada yang tau, siapa yang mengambilnya.⁣
Dongeng ini aku ceritakan pada Althaf sambil sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Setelah itu, aku ingatkan kembali saat ia hendak membawa tas ke teras depan. Alhamdulillah Althaf pun akhirnya mau membawa stick secukupnya saja, dengan plastik klip. Walaupun lama sekali memilihnya dan dengan wajah “manyun”, tak apa yang penting dompet Bundyta aman. Hehehe...⁣
⁣⁣⁣
#hari6⁣
#level10⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#bermain⁣
#IIPxBundyta⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#gamelevel10⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#kuliahbunsayiip⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#tantangan10hari⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#institutibuprofesional⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#grabyourimagination⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#bundytabercerita⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#30haribercerita⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#30hbc2028⁣
#30hbc20⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#iipdepok⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
#stick⁣
#iip⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@institut.ibu.profesional⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@ibuprofesional.depok⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@30haribercerita⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@atirecrebirah03⁣⁣⁣



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah. Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang