Langsung ke konten utama

BunSay - Game Level #10 Tantangan Hari #1 23/30


23/30 •Pᴇᴅᴀɴɢ Sɪɴᴀʀ Aᴊᴀɪʙ Pᴀɴᴅᴀ•⁣⁣
⁣⁣
𝘉𝘪𝘴𝘮𝘪𝘭𝘭𝘢𝘢𝘩𝘪𝘳𝘳𝘢𝘩𝘮𝘢𝘢𝘯𝘪𝘳𝘳𝘢𝘩𝘪𝘪𝘮…⁣⁣⁣
⁣⁣Saat persiapan tidur malam, aku melihat stiker yang menempel di pintu kamar anak-anak. Alhamdulillah seekor panda menginspirasiku untuk membuat cerita tentangnya. Kebetulan sore hari aku menemukan anak-anak meninggalkan mainan di teras depan. Karena selesai bermain, Althaf (6th) & Albarra (2th) tak langsung merapikan.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Alhasil, muncullah sebuah cerita tentang 𝐏𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐢𝐧𝐚𝐫 𝐀𝐣𝐚𝐢𝐛.⁣⁣⁣
𝘚𝘢𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘳𝘪, 𝘱𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝑎𝑗𝑎𝑖𝑏 𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘 𝑃𝑎𝑛𝑑𝑎 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘵𝘶𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘪𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨. 𝘛𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪, 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘗𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪-𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘪𝘢 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘳𝘶𝘵 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮.⁣⁣⁣
𝘉𝘦𝘳𝘬𝘢𝘭𝘪-𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘐𝘣𝘶 𝘗𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘯𝘺𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘗𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘪𝘳𝘢𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘢𝘴𝘺𝘪𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘪𝘯. 𝘏𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘱𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳, 𝘐𝘣𝘶 𝘗𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩. 𝘗𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘫𝘶𝘵 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘶𝘳𝘶-𝘣𝘶𝘳𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘮𝘢𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘪𝘯𝘢𝘳 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢.⁣⁣⁣
𝘚𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘢𝘴𝘪𝘣 𝘗𝘢𝘯𝘥𝘢, 𝘱𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘫𝘢𝘪𝘣 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘴𝘦𝘦𝘬𝘰𝘳 𝘚𝘦𝘳𝘪𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘬𝘢𝘣𝘶𝘳 𝘰𝘭𝘦𝘩𝘯𝘺𝘢. 𝘗𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘗𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘪𝘯𝘢𝘳 𝘈𝘫𝘢𝘪𝘣 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘪𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘪𝘯𝘺𝘢.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Tujuan dongeng ini awalnya untuk mengingatkan anak-anak bahwa mainan harus kembali dirapikan ke tempatnya. Namun, ternyata Althaf mendapat insight lain, lebih daripada itu.⁣⁣
⁣⁣
Ia menyatakan bahwa bermain tak boleh di luar rumah hingga larut malam. Kemudian kalau disuruh oleh ibu harus menurut, tidak menunda-nunda apalagi tak menghiraukannya. MasyaaAllah… Tabarakallah… ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
#hari1⁣⁣⁣⁣
#level10⁣⁣⁣⁣
#IIPxBundyta⁣⁣⁣⁣
#gamelevel10⁣⁣⁣⁣
#kuliahbunsayiip⁣⁣⁣⁣
#tantangan10hari⁣⁣⁣⁣
#institutibuprofesional⁣⁣⁣⁣
#grabyourimagination⁣⁣⁣⁣
#bundytabercerita⁣⁣⁣⁣
#30haribercerita⁣⁣⁣⁣
#30hbc2023⁣⁣⁣
#30hbc20⁣⁣⁣⁣
#iipdepok⁣⁣⁣⁣
#iip⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
@institut.ibu.profesional⁣⁣⁣⁣
@ibuprofesional.depok⁣⁣⁣⁣
@30haribercerita⁣⁣⁣⁣
@atirecrebirah03⁣


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah. Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

Dariku dan Untukku

08/30 •Dariku dan Untukku• . Bismillaahirrahmaanirrahiim... Hari ini, tepat seminggu di tahun baru 2020. Setelah pekan lalu membuat refleksi 2019, aku jadi teringat akan sesuatu. Sebuah batu titian awal, untuk melompat ke tingkatan selanjutnya dalam kehidupan. Lompatan terbesarku di tahun kemarin adalah keberanian dalam menentukan pilihan. Salah satunya adalah “memilih untuk terus menulis”. . Sebuah resolusi yang dibuat sejak awal tahun 2019 dan berhasil direalisasikan. Alhamdulillah, tentunya atas izin Allah, aku bisa konsisten untuk menulis sepanjang tahun. Menulis apapun, diary, tugas belajar, pekerjaan, bahkan yang tak pernah aku bayangkan, bisa ikut berkontribusi dalam tiga buah buku antologi. . Selama tahun 2019, Alhamdulillah lahir tiga buah buku antologi bersama teman di berbagai komunitas. Karya pertama adalah sebuah buku non-fiksi terkait “Unforgettable Moment”. Kemudian aku mulai belajar menulis fiksi dalam buku “Pelangi di Negeri Air” dan terakhir “HR Story