Langsung ke konten utama

Buang Sampah Part. 2


20/30 •Buang Sampah Part. 2•
.
Bismillaahirrahmaanirrahiim… Mari buang sampah kembali! (menyemangati diri sendiri, haha…) Kemarin sudah niat akan sesegera mungkin, membuang sampah-sampah yang tersimpan dalam raga. Alhamdulillah hari ini mulai detox dengan berpuasa. Eh, kok datang rejeki, ada yang bawain makanan dan minuman, untuk takjil malam ini.
.
MasyaaAllah… Tabarakallah… Sungguh menggoda, “A Cup of Happiness” judul minumannya, plus donat favorit kita semua. Jazakillah Khairan Sist… Semoga pahala mengalir untukmu juga. Besok-besok kita beli yogurt ya! Kecup sayang… Lahlu, bagaimana resolusi “Buang Sampah” kemarin?
.
Qadarullah hari ini aku dipertemukan dengan orang-orang yang akhirnya bisa membuang sampah yang ada dalam “mind & soul”. Bagaimana tuh ceritanya? Hm… Aku coba meluangkan waktu kerja pagi untuk pekerjaan sosial. Menurutku, terlalu khawatir akan urusan dunia adalah bagian sampah jiwa yang perlu dibuang!
.
Selanjutnya saat mulai mengerjakannya, aku ditemani oleh nenek berusia sekitar 70 tahun. MasyaaAllah… Dari cerita pengalaman hidupnya, segala ucapan seorang ibu sangatlah mujarab, apalagi doanya. Beliau mengajakku untuk membuang sampah-sampah pikiran yang tertuang dalam sebuah ucapan. Intinya, berpikirlah positif dan yakin selalu bahwa Dia akan mendengar segala doa ibu.
.
Terakhir aku bertemu teman yang membuatku bertekad, untuk terus berusaha menyingkirkan segala pikiran dan perasaan negatif, dengan aktivitas yang positif. InsyaaAllah kami sepakat untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya untuk meraih “positive mind & soul”. Mohon doanya, ya!
.
Sekarang, saatnya menghempaskan segala sampah dalam jiwa dan pikiran kita, yuk! Diawali dengan niat karena Allah, melangitkan setiap doa, dan istiqomah dalam segala ikhtiar. Semoga Yang Maha Pemberi Karunia selalu bersama kita. Aamiin Allahumma Aamiin.
.
#30hbc20
#30hbc2020
#30haribercerita
#bundytabercerita
#bundytabuangsampah
#bubdytabuangsampah2020
#bundytasehatmental2020
#bundytasehatjiwa2020
#bundytasehatmental
#bundytasehatjiwa
#resolusi2020
#resolusi
.
@30haribercerita
@atirecrebirah03

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah.
Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang sekali…

Dariku dan Untukku

08/30 •Dariku dan Untukku• . Bismillaahirrahmaanirrahiim... Hari ini, tepat seminggu di tahun baru 2020. Setelah pekan lalu membuat refleksi 2019, aku jadi teringat akan sesuatu. Sebuah batu titian awal, untuk melompat ke tingkatan selanjutnya dalam kehidupan. Lompatan terbesarku di tahun kemarin adalah keberanian dalam menentukan pilihan. Salah satunya adalah “memilih untuk terus menulis”. . Sebuah resolusi yang dibuat sejak awal tahun 2019 dan berhasil direalisasikan. Alhamdulillah, tentunya atas izin Allah, aku bisa konsisten untuk menulis sepanjang tahun. Menulis apapun, diary, tugas belajar, pekerjaan, bahkan yang tak pernah aku bayangkan, bisa ikut berkontribusi dalam tiga buah buku antologi. . Selama tahun 2019, Alhamdulillah lahir tiga buah buku antologi bersama teman di berbagai komunitas. Karya pertama adalah sebuah buku non-fiksi terkait “Unforgettable Moment”. Kemudian aku mulai belajar menulis fiksi dalam buku “Pelangi di Negeri Air” dan terakhir “HR Story”, sebagai rekam jejak…

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo
Oleh: Cindyta Septiana
Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012.
Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan kerabat, tak lain ad…