Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

BunSay - Game Level #8 Tantangan Hari #10

•Belanja Mingguan• . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Dalam rangka belajar Financial Planning ala Althaf (6th), hari ini kami memuat Daftar Belanja Mingguan. Aku minta Althaf menentukan daftar kebutuhan yang hendak dibeli di supermarket. . Mulai dari makanan hingga perlengkapan mandi. Beberapa item memang menjadi kebutuhan, tapi ada pula barang yang sebenarnya hanya ia inginkan. List yang ia buat akhirnya kami review bersama. . Tak hanya menanyakan tujuan pembelian barang, tapi juga stok yang dimiliki untuk 7 hari ke depan. Seperti pasta gigi yang tak jadi kami beli karena ternyata masih ada cadangan di kamar mandi. Kemudian jumlah susu yang dikurangi karena masih ada simpanan 2 karton. . Alhamdulillah, walaupun masih berkisar kuantitas, belum bicara kualitas, apalagi nominal budget. Kini Althaf sudah bisa memahami mana barang yang benar-benar perlu dibeli segera dan mana yang bisa ditunda. Begitupun dengan barang-barang yang hanya sekedar ia inginkan, bukan ia butuhka

BunSay - Game Level #8 Tantangan Hari #9

•Kemana Sisa Budget?• https://www.instagram.com/p/KemanaSisaBudget Bismillaahirrahmaanirrahiim… Mainan impian sudah terbeli, Althaf (6th) bahkan Albarra terlihat sangat happy. Uang yang Bundyta berikan ternyata masih tersisa lima belas ribu rupiah. Kira-kita hendak dikemanakan ya, oleh Althaf? . Lima buah celengan terpampang untuk diisi, sesuai pos harapan masing-masing. Ternyata Althaf hanya memilih tiga pos untuk diisi hari ini. Celengan untuk membeli mainan, sedekah anak yatim, dan masjid. Aku menghargai pilihannya, tapi tetap aku tanyakan alasannya. . “Kenapa Mas, kok yang tiga celengan ini aja yang diisi? Kalau mau tukar recehan biar bisa dibagi lebih banyak, Bunda punya lho!” “Gapapa, mainan kan emang Aku pengen banget, sebentar lagi liburan dibuka. Yaa kalau sedekah kan biar makin banyak tabungan pahalanya, Bun! “MasyaaAllah… Tabungan liburannya sama beli buku kan masih kosong. Emang Mas Althaf gak mau?” “Ya mau, lha! Kalo jalan-jalan kan bisa dibaya

BunSay - Game Level #8 Tantangan Hari #8

•Menabung di Celengan• https://www.instagram.com/tv/MenabungCelengan Bismillaahirrahmaanirrahiim… Memasuki proses belajar Althaf (6th) ke tahap selanjutnya, tentang Financial Planning. “Hari ini kita mulai menabung, yuk!” Tempat menabung khas anak-anak. Bisa dengan mudah dilakukan di rumah dan dengan nominal berapapun. Kalau dulu yang terkenal adalah celengan ayam terbuat dari tanah liat. Sekarang entah mengapa di rumah banyak tersedia celengan kaleng. . Akhirnya kami mulai berniat untuk serius menggunakan semuanya. Eh, ada satu lagi sih yang belum terpakai. Buat Bundyta aja deh, nabung buat ke tanah suci. Aamiin. Karena semua celengan yang ada sudah diberi nama, sesuai pos tabungan yang juga sudah ditentukan. Menabung untuk membeli mainan, buku, jalan-jalan, dan tak lupa sedekah anak yatim serta satu lagi untuk masjid. . MasyaaAllah… Tabarakallah… Biasanya Althaf hanya peduli dengan salah satu celengan, yakni bertujuan untuk membeli mainan. Sekarang ia sudah mulai men

BunSay - Game Level #8 Tantangan Hari #7

•Belanja Mainan Sendiri• . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Tidak masuk sekolah karena sakit ternyata sangat membosankan. Setidaknya itu yang dirasakan Althaf (6th) hari ini karena tubuhnya demam sejak kemarin. Pusing, batuk, kulit memerah, dan tak nafsu makan membuatnya lebih banyak berbaring di kasur. . Sesekali aku mengajaknya keluar kamar untuk makan hingga aku menyadari mungkin saja ada hal lain yang dapat menghiburnya. Tiba-tiba aku ingat punya janji memberikannya hadiah juara lomba adzan kemarin. Maksudnya sih, sambil mendidiknya cerdas finansial. . Akhirnya aku pun memenuhi janji. Sebagian uang yang kuberikan hendak dibelikan mainan. Separuhnya ditabung dan tak lupa disedekahkan. Kami pun segera membuka aplikasi toko online lalu mencari mainan yang diincarnya, Monkart. Ternyata untuk model tertentu yang Althaf inginkan, harganya sangat jauh dari budget. . Bolak-balik membandingkan harga toko satu dengan toko lainnya. Althaf dilema, ia menyadari bahwa perlu menu

BunSay - Game Level #8 Tantangan Hari #6

•Market Day• . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Market Day di sekolah hadir lagi. Althaf (6th) pun kemarin meminta uang untuk berbelanja makanan. Aku sudah berniat untuk memberikannya uang sebesar Rp20.000,- (nominal terbesar yang boleh dibawa). . Namun, ia menolak karena hanya berencana membeli dua item. Mengapa? Akhirnya ia menjelaskan bahwa tak akan sanggup menghabiskannya kalau makanan dibeli semua. Toh bunda juga membawakan bekal untuk snack time, tak lama kemudian juga sudah jam makan siang. . Alhamdulillah, setidaknya Althaf bisa mengendalikan diri untuk membeli sesuatu. Seperti pembahasan finansial sebelumnya, kita bertanggung jawab terhadap apa pun yang kita beli dan kita miliki. Akhirnya aku lebihkan uang untuk membeli sedotan ramah lingkungan. Selain peduli terhadap bumi, tentu bisa menghemat juga kan? Hehe.. . Aku kemudian memindahkan uang dari dompetku ke dompet Althaf. Pada aktivitas ini, aku sambil menjelaskan kepadanya fungsi dompet sebagai tempat penyi

BunSay - Game Level #8 Tantangan Hari #5

•Uang VS Barang• https://www.instagram.com/tv/LombaAdzan Bismillaahirrahmaanirrahiim… Tadi malam aku menyampaikan kepada Althaf (6th) bahwa ia telah membuat keluarga bangga. Tak hanya berani menampilkan kemampuannya, proses belajar sebelum lomba, serta tentunya hasil yang dicapai. Aku pun hendak memberinya sebuah apresiasi berupa reward. . Namun, aku menekankan kepadanya bahwa ia tidak boleh menjadikan reward sebagai tujuan untuk melakukan sesuatu. Seperti belajar, meningkatkan kemampuan diri, membantu ayah dan bunda, menemani adik bermain atau belajar, berbuat baik kepada teman, menghormati guru, serta hal-hal lain yang memang wajib dilakukan. . Begitu juga saat mengikuti perlombaan, tujuannya apa? Unjuk kemampuan, pencapaian prestasi, peningkatan keahlian, membuat keluarga bangga, menghibur banyak orang, dan lain sebagainya. Sekali lagi bukan reward dari ayah atau bunda. . Bunda akhirnya memberi pilihan, reward bentuk barang atau uang? Awalnya ia memilih mainan,

BunSay - Game Level #8 Tantangan Hari #4

•Baju Baru, Perlukah?• . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Beberapa hari sebelum pelaksanaan Festival Anak Muslim hari ini, aku sempat memikirkan pakaian yang hendak dikenakan oleh Althaf (6th). Kebetulan hari ini Althaf mengikuti lomba Adzan dan Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ). Persis seperti lomba yang diikuti Althaf Ramadhan lalu. . Namun, permasalahan muncul saat aku menyampaikan kepada Althaf, bahwa ia akan menggunakan baju koko dan celana yang sama. . “Bun, masa lombanya sama. Bajunya sama juga.” “Ya gapapa dong, insyaaAllah kan juaranya juga sama.” Lalu Althaf manyun, menunjukkan sikap tak setuju. Akhirnya aku menyampaikan, “Baju koko ini baru dipakai dua kali lho untuk acara di Masjid. Saat lomba Ramadhan dan Shalat Idul Adha. Sayang sekali kalau tidak dipakai lagi.” “Iya sih, tapi nanti masa kalo difoto sama bajunya.” “Oke. Bunda ada ide biar ada sedikit perbedaan ya!” . Akhirnya, baju yang kemarin lengannya digulung, kali ini dibiarkan panjang. Seme

BunSay - Game Level #8 Tantangan Hari #3

•Buku Cerita Althaf• https://www.instagram.com/p/AlthafsStory . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Hari ini beberapa kali aku berbincang dengan Althaf (6th) tentang “sumber pendapatan uang”. Selama ini yang ia pahami, uang hanya bisa didapatkan melalui pemberian ayah dan bunda, atau keluarga serta kerabat lain. . Momen paling diingat untuk mendapatkan banyak uang adalah saat lebaran. Althaf sudah paham bahwa ia akan mendapatkan angpau yang berisi uang. Selebihnya ia belum mendapat uang saku sekolah atau jatah harian, mingguan, atau bulanan. Jadi, kami mencari cari bagaimana Althaf bisa menghasilkan uang. . Uang sudah diyakini Althaf sebagai salah satu rejeki yang telah ditetapkan Allah SWT. Namun, bagaimana Althaf bisa menjemputnya? Pertama, jualan. Althaf terinspirasi dari prakarya frame foto yang dibuat dari stick ice cream. Kemudian saat melihat pengamen, muncul ide untuk bernyanyi, direkam lalu unggah ke kanal YouTube. . Akan tetapi, aku ada ide lain yang paling kon

BunSay - Game Level #8 Tantangan Hari #2

•Pertanggungjawaban Sampah• https://www.instagram.com/tv/DaurUlangSampah . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Kemarin Althaf (6th) diberikan tugas membuat benda dengan bahan dasar kardus bekas, dalam rangka “Pekan Peduli Sampah” di sekolah. Akhirnya terciptalah Stadion Al-Fath Soccer yang dapat digunakan untuk bermain Sepak Bola Ala Althaf. Semua itu hasil imajinasi Althaf lho, kalau proses pembuatannya sih, sudah tentu dibantuin Ayah Bunda. . Setelah selesai, aku mengajaknya diskusi tentang hasil prakarya ini. Alhamdulillah Althaf sudah paham tentang konsep pemanfaatan sampah. Setelah video yang ditayangkan di sekolah, ia juga semakin mengerti tentang proses daur ulang. Nah, di sini akhirnya aku coba menggali lebih dalam, tujuannya apa sih? . Setiap manusia diciptakan sudah beserta rejeki harta yang Allah SWT tentukan. Dari mana dan bagaimana cara menjemputnya akan berbeda. Namun, yang sama adalah setiap harta yang kita miliki akan dipertanggungjawabkan. Digunakan untuk apa?

BunSay - Game Level #8 Tantangan Hari #1

•Sandal Jepit• . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Masuk ke Level selanjutnya di Perkuliahan Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional. Kali ini materi terkait Kecerdasan Finansial pada anak. Jujur, aku masih meraba, kira-kira bagaimana ya menstimulasi kecerdasan finansial anak-anak usia 2 - 6 tahun? . Akhirnya tanpa sengaja aku dan Althaf (6th) berbincang tentang sandal jepit. Althaf saat ini punya 3 sandal. Satu disimpan di sekolah, satu untuk pergi santai dan satu untuk bermain sekitar rumah. Ketika sandal di sekolah rusak, alhasil ia menggantinya dengan sandal jepit untuk pergi. . Tinggallah 1 buah sandal jepit di rumah dengan merk legendaris. Hanya saja, karena ini sandal khusus bermain, kondisinya kotor sekali. Sehingga kami memutuskan akan membeli 1 buah sandal baru. Namun, mohon maaf ya Nak! Kita baru bisa beli pekan depan, insyaaAllah. Mengapa? . Akhirnya kami masuk ke penerapan materi Cerdas Finansial. Aku jelaskan bahwa “Allah sudah memberikan setiap manusia rejek