Langsung ke konten utama

BunSay - Game Level #6 Tantangan Hari #9


•Mengasah Spasial di Area Bermain•
.
Bismillah… Kali ini Albarra (2 th) ingin berbagi pengalaman di Area Bermain Anak. Berarti tentang bermain dong? Eits, tenang dulu, ternyata di tempat ini Albarra tak hanya bisa bermain saja, tetapi juga bisa sambil belajar lho! Tentu saja sambil didampingi oleh bunda saat mencoba berbagai alat permainan.
.
Awalnya, Albarra mencoba ayunan (sayang belum sempat ambil foto nih karena bunda sibuk mengayunkan). Aha, ternyata semakin sering mendorong dengan tenaga yang lebih kuat, ayunan jadi semakin tinggi. Albarra pun paham sekali, kalau bunda mulai melepas tangannya dan berhenti mengayun, perlahan ayunan melemah dan diam. Ia pun akhirnya berteriak, “Dorong lagi, Bunda!”
.
Bosan bermain ayunan Albarra beralih ke jaring. Nah! Bunda sambil mengatakan, “Albarra di bawah saja ya, naiknya satu, lalu dua saja.” Namun, Albarra tetap bersikeras, sambil terus memanjat, “Naik sini Bunda.” Bunda akhirnya menjelaskan, “Cukup sampai di sini saja, naik lagi nanti terlalu tinggi.” Tak peduli, Albarra terus beraksi. “Hati-hati, harus pegangan kuat, kalau tidak bisa terjatuh. Sampai di sini saja rendah ya?”
.
Akhirnya Albarra masuk ke kolong jaring, sambil belajar kata “dalam” dan “luar”. Namun, tantangan sudah tak menarik lagi, ia beralih ke jungkat-jungkit. Awalnya naik ke tempat duduk paling ujung, tapi kakinya tak sampai. Aku bilang, “Di depan saja duduknya.” Albarra bingung, akhirnya sambil kutunjuk tempat duduk yang lebih dekat ke titik keseimbangan. “Oh, ini depan ini ya, Bunda?” Albarra pun memahami posisi depan dan belakang. MasyaaAllah… Tabarakallah…
.
Terakhir tentu saja yang paling menyenangkan, perosotan. Naik dari tangga, meluncur, hingga sampai ke bawah. Aku sambil terus mengulang pemahaman, “Naik tangga ke atas, meluncur sampai ke bawah.” Alhamdulillah, akhirnya sambil bermain Albarra bisa sambil belajar tentang ruang, untuk mengasah kemampuan spasial bagian dari matematika. Seru ya, membersamai anak bermain sambil belajar. Kalau pengalaman kamu gimana, share yuk…!
.
#hari9
#gamelevel6
#ilovemath
#matharoundus
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#menstimulasikecerdasanmatematislogis
#institutibuprofesional
#kuliahBunSayIIP
#IIPxBundyta
#bunsayiip
#iipdepok
#bunsay
#iip
.
@institut.ibu.profesional





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah.
Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang sekali…

Dariku dan Untukku

08/30 •Dariku dan Untukku• . Bismillaahirrahmaanirrahiim... Hari ini, tepat seminggu di tahun baru 2020. Setelah pekan lalu membuat refleksi 2019, aku jadi teringat akan sesuatu. Sebuah batu titian awal, untuk melompat ke tingkatan selanjutnya dalam kehidupan. Lompatan terbesarku di tahun kemarin adalah keberanian dalam menentukan pilihan. Salah satunya adalah “memilih untuk terus menulis”. . Sebuah resolusi yang dibuat sejak awal tahun 2019 dan berhasil direalisasikan. Alhamdulillah, tentunya atas izin Allah, aku bisa konsisten untuk menulis sepanjang tahun. Menulis apapun, diary, tugas belajar, pekerjaan, bahkan yang tak pernah aku bayangkan, bisa ikut berkontribusi dalam tiga buah buku antologi. . Selama tahun 2019, Alhamdulillah lahir tiga buah buku antologi bersama teman di berbagai komunitas. Karya pertama adalah sebuah buku non-fiksi terkait “Unforgettable Moment”. Kemudian aku mulai belajar menulis fiksi dalam buku “Pelangi di Negeri Air” dan terakhir “HR Story”, sebagai rekam jejak…

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo
Oleh: Cindyta Septiana
Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012.
Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan kerabat, tak lain ad…