Langsung ke konten utama

BunSay - Game Level #3 Tantangan Hari #9


•Menciptakan Pelangi•
.
Bismillah… Setelah dua kali melihat pelangi, saat di rumah pasca hujan dan ketika berkunjung ke Curug Pelangi di Cijeruk, Althaf (6 th) jadi semakin penasaran. Bolak balik dia menanyakan asal usul pelangi, mengapa pelangi bisa terjadi, kapan ia muncul, dan bagaimana cara terbentuknya. Akhirnya kami pun bersama-sama mencari tahu asal-usul pelangi. Alhamdulillah ada penjelasan di salah satu buku sains milik Althaf.
.
Aku pun mencoba mengulang penjelasan buku dengan bahasa yang lebih sederhana, “Pelangi terbentuk karena adanya pembiasan sinar matahari yang melalui tetesan air di atmosfer. Jadi kalau hujan, kan ada air turun, nah sinar matahari itu akan bereaksi dan cahayanya akan membelok ke bumi, membentuk pelangi.”
“Oh, mangkanya waktu itu pas hujannya selesai kita lihat keluar ada ya, Bun pelanginya?”
“Iya, saat awan gelapnya pergi langsung deh kita bisa lihat di lokasi tertentu yang memang ada biasan cahaya matahari.”
.
Aku mengingatkan juga saat di air terjun, “Nah, kalau di air terjun, pelanginya terus menerus terlihat ya? Karena terang, bukan saat hujan. Jadi, selama ada sinar matahari di posisi tertentu yang melewati air terjunnya, pantulan cahayanya ke air akan selalu terbentuk pelangi.”
Althaf pun terkesima, “Kok bisa bagus begitu ya, Bun? Warna-warni dan bentuknya melengkung begitu.”
“MasyaaAllah ya, Mas! Itu semua ciptaan Allah SWT Lho! Matahari, air hujan, air terjun, hingga pelangi, semuanya terlihat indah karena Allah SWT yang menciptakan.
.
Kami pun mencoba sebuah eksperimen terbentuknya pelangi sesuai instruksi dari buku. Air dalam gelas, kertas putih dan baskom disiapkan. Kemudian kami mencari lokasi dimana ada sinar matahari yang cukup ke arah gelas. Alhamdulillah, walaupun warna tak begitu jelas, pantulan cahaya matahari di kertas yang dibiaskan oleh air dalam gelas, membantu Althaf memahami bagaimana pelangi terbentuk.
.
Kegiatan kali ini tentunya tak hanya meningkatkan KECERDASAN INTELEKTUAL, tetapi juga diiringi dengan KECERDASAN SPIRITUAL. Karena iman mendahului ilmu ya, Nak! Maka jadilah kamu anak yang cerdas lagi sholeh, sehingga kelak segala yang kamu memiliki bernilai manfaat bagi banyak orang dan ibadah kepada Allah SWT. Aamiin Allahumma Aamiin.
.
#hari9
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#meningkatkankecerdasananak
#institutibuprofesional
#bundytabercerita
#bundasayang
#bunsayiip
#iipdepok
#bunsay
#iip
.
@institut.ibu.profesional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah.
Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang sekali…

Dariku dan Untukku

08/30 •Dariku dan Untukku• . Bismillaahirrahmaanirrahiim... Hari ini, tepat seminggu di tahun baru 2020. Setelah pekan lalu membuat refleksi 2019, aku jadi teringat akan sesuatu. Sebuah batu titian awal, untuk melompat ke tingkatan selanjutnya dalam kehidupan. Lompatan terbesarku di tahun kemarin adalah keberanian dalam menentukan pilihan. Salah satunya adalah “memilih untuk terus menulis”. . Sebuah resolusi yang dibuat sejak awal tahun 2019 dan berhasil direalisasikan. Alhamdulillah, tentunya atas izin Allah, aku bisa konsisten untuk menulis sepanjang tahun. Menulis apapun, diary, tugas belajar, pekerjaan, bahkan yang tak pernah aku bayangkan, bisa ikut berkontribusi dalam tiga buah buku antologi. . Selama tahun 2019, Alhamdulillah lahir tiga buah buku antologi bersama teman di berbagai komunitas. Karya pertama adalah sebuah buku non-fiksi terkait “Unforgettable Moment”. Kemudian aku mulai belajar menulis fiksi dalam buku “Pelangi di Negeri Air” dan terakhir “HR Story”, sebagai rekam jejak…

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo
Oleh: Cindyta Septiana
Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012.
Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan kerabat, tak lain ad…