Langsung ke konten utama

BunSay - Game Level #3 Tantangan Hari #7



•Mobil Galon Albarra•
.
Bismillah… Kali ini kita belajar bersama Albarra (6 th) ya? Ceritanya aku lagi rempong di dapur, eh Albarra ikutan rempong. Daripada ngeri bolak-balik mendekati kompor, aku ambillah beberapa mainan. Namun, ternyata dia bosan, akhirnya cari-cari mainan sendiri hingga menemukan galon-galon kosong sebagai mainan mobil. Bergaya lah dia sambil menaiki galon, terus bilang, “Bunda, mobil! Ngeng.. Ngeng..” (Sayang bunda gak sempat fotoin padahal lucu banget, yaa daripada masakan gosong khan...)
.
Apa pun mainannya tetap saja Albarra ini bikin aku tuh sedikit khawatir kalau berada di dapur. Akhirnya, aku coba mengajaknya main galon ke teras depan. “Albarra, mainnya di depan ya? Kalau mobil kan tempatnya di depan, bukan di teras. Albarra main mobil di depan ya!”
Seperti biasa Albarra menurut dan langsung bilang, “Iyah, mobil depan!” (Seperti burung beo ya? Hehe..)
.
Tak lama urusan dapur selesai, Albarra pun datang kembali, “Bunda, liat mobil depan!”
Aku pun mengikutinya yang seperti ingin menunjukkan sesuatu. Benar saja, kulihat galon kosong sudah berbaris rapi.
“Wah, rapi sekali galonnya! Parkir ya?”
“Iyah, balon itu.” (Maksudnya masih kureka-reka)
“Oh, Albarra tunggu bapak yang ambil galon ya?”
“Iyah, balon ambil.” (Balon = galon)
.
Ternyata instruksi aku tadi, memindahkan galon dari dapur ke teras, berhasil. Terkait KECERDASAN INTELEKTUAL, aku pun langsung punya ide lain, untuk bermain galon bersama Albarra. Aku minta dia memindahkan sekali lagi ketiga galon ke arah pintu. Albarra pun dengan semangat melakukannya, kadang diangkat, kadang didorong. Alhamdulillah ia kini benar-benar memahami instruksi, walaupun dia belum terlalu paham cara memindahkan galon satu per satu. Nanti kita berlatih lagi ya, Nak! Sekalian persiapan buat lomba 17-an. Hehe… MasyaaAllah… Tabarakallah...
.
#hari7
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#meningkatkankecerdasananak
#institutibuprofesional
#bundytabercerita
#bundasayang
#bunsayiip
#iipdepok
#bunsay
#iip
.
@institut.ibu.profesional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

BunSay - Game Level #2 Tantangan Hari #2

•Game Level #2 Tantangan Hari #2• . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Subuh aku ukur suhu tubuh Althaf mencapai 39,1 derajat celcius. Akhirnya kuberi lagi paracetamol sambil terus mengompresnya dengan air panas, hingga pagi hari. Alhamdulillah, demamnya berkurang dan ia pun terbangun. Kami memutuskan untuk kembali izin sekolah dan beristirahat saja di rumah. Seperti biasa kalau demam turun, Althaf mulai ceria sehingga bisa kuajak sarapan di meja makan, walaupun  duduk dengan posisi bermalas-malasan. . “Mas, ini nasinya udah Bunda tuang ke piring, sekarang Kamu pilih mau makan apa?” Althaf melamun saja memandangi lauk-pauk di meja. “Mas, ayo… Kamu mau pakai apa?” Masih melamun kemudian tiba-tiba berkata, “Kentang kriuk aja pakai nasi.” “Lho,  Mamas kan suka itu wortel. Kemarin minta wortel.” “Yaudah wortel 3 potong aja.” Althaf pun mulai merengek. “Lauknya, Kamu coba semua ya, sedikit-sedikit aja.” “Ah, gak mau ah, ayam aja deh…” Pak suami yang duduk di samp