Langsung ke konten utama

BunSay - Game Level #3 Tantangan Hari #4



•Berjumpa Asiknya Membaca•
.
Bismillah… Beberapa waktu terakhir, Althaf (6 th) sering berinisiatif untuk membaca sendiri. Apa pun dia baca, buku, koran, sampai selebaran dari sekolah dan RT. Hehe… Setelah itu, ia menyampaikan kembali apa yang dibaca, terkadang ia menyampaikan kembali dan bertanya. Akhirnya, sekarang aku jadi lebih selektif untuk memberi bahan bacaan, tak hanya menarik untuk dibaca, tetapi juga menambah pengetahuan dan menstimulasi daya berpikirnya, serta kemampuan bahasanya.
.
Sebenarnya ini adalah proses meningkatkan KECERDASAN INTELEKTUAL Althaf, khususnya “Kecerdasan Linguistik” dalam teori Howard Gardner, Pakar Psikologi Perkembangan. Memang literasi menjadi salah satu aspek yang paling penting dalam pengasuhan di keluarga kami. Menumbuhkan minat baca sudah diupayakan sejak kecil, karena sesungguhnya melek literasi lebih dari sekedar anak bisa membaca sebuah tulisan dengan baik dan benar, tetapi juga bisa memahami isi bacaan kemudian memanfaatkannya.
.
Beberapa waktu, aku memberi beberapa buku bacaan yang bisa membangkitkan logika berpikirnya dan menggugah rasa ingin tahu. Salah satunya, buku “Profesor Cilik” yang di dalamnya terdapat cerita, eksperimen sains, serta aktivitas yang mengasah kreativitas serta logika berpikir anak. Biasanya aku bertanya, “Jadi tadi ceritanya tentang apa, Mas?” Althaf pun bercerita panjang lebar dengan antusias. Ia pun terdorong untuk mengaplikasikannya, bahkan semakin bersemangat sejak aku mulai mendokumentasikannya.
.
Selain foto, aku kini mulai memintanya menjelaskan kembali melalui video. Ia pun berlatih untuk menyampaikan dengan bahasa yang baik, sesuai, teratur dan tentu saja harus dapat dipahami. Hasilnya bagaimana? Belum teratur dan bahasanya masih sesuka hati! Haha.. Namun, aku masih terus memberikan masukkan dan yang paling utama yakni menyemangati agar ia tetap percaya diri. Bismillah ya, Nak…! Siapa tau jadi Smart Vlogger, aamiin. #eeh Siapa tau jadi Profesor… Aamiin Allahumma Aamiin.
.
•Keterangan Buku•
Judul Buku: Profesor Cilik (Rahasia Sains Sehari-Hari; Rahasia Langit dan Bumi; Rahasia Air, Api, dan Udara)
Penulis: Tanty Arisha; Isna Wulandari & Tin Zulaeha; Rauhiyatul Jannah
Penerbit: Visi Mandiri
Cetakan: 2019
Ukuran: 21 cm x 28 cm
Jumlah Halaman: 128-146 halaman
.
#hari4
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#meningkatkankecerdasananak
#institutibuprofesional
#bundytabercerita
#bundasayang
#bunsayiip
#iipdepok
#bunsay
#iip
.
@institut.ibu.profesional
#oneweekonebook #owob #membaca #buku #bukubagus #bukuinspiratif #bukuislami #SehariSatuTulisan #bundytamembaca #bukuanak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah. Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir