Langsung ke konten utama

BunSay - Game Level #3 Tantangan Hari #10


•Libur Telah Tiba•
.
Bismillah… Bagi rapor sudah dilakukan, libur sekolah pun dinantikan. Berbeda dengan kondisi pagi di hari sekolah, saat hari libur Althaf (6 th) malah lebih semangat bangun pagi. Huh! Langsung saja ia mengambil sepeda dan menjemput satu per satu temannya. Lalu, adik Albarra (2 th) gimana?
.
Biasanya Albarra hanya main bersama bunda di rumah, kalau Mas Althaf pulang sekolah, barulah mereka bermain bersama. Nah, karena pagi ini libur dan bunda juga ingin lebih santai. Ba’da Shalat Subuh dan sarapan, Albarra pun ikutan main keluar. Berhubung sepeda roda empat belum bisa digunakan, akhirnya bunda mengajak Albarra melihat-lihat bunga dan berbagai tanaman di sekitar rumah.
.
Albarra juga berinteraksi dengan kucing dan burung yang tiba-tiba hinggap di salah satu pohon. Aku coba memperkenalkannya sebagai Makhluk Ciptaan Allah, selain manusia. Udah paham emang anaknya? Belum sih, tapi aku mulai mengajarkan Albarra untuk menyayangi mereka juga. Mengusap kucing, bernyanyi dengan burung, dan menyiram tanaman. Memperkenalkan dengan berbagai ciptaan Allah SWT sebagai upaya meningkatkan KECERDASAN SPIRITUAL.
.
Ketika anak-anak di sekitar rumah mulai keluar, Albarra pun kuperkenalkan satu per satu kepada mereka. Mengajarkannya untuk menegur, mengajak bermain, atau sekedar saling bertanya. Awalnya malu, tapi lama kelamaan mulai akrab, dan karena kebanyakan lebih tua usianya dari Albarra, maka dia lebih sering menjadi “followers”, kalau ada yang lari kesana ikut kesana, saat ada yang jalan ke sini ikut ke sini.
.
Setelah itu, aku mengambil 4 buah bola dari rumah untuk dimainkan bersama. Kok banyak banget bolanya? Iyalah, anak usia 2 tahun belum bisa fokus berinteraksi dalam sebuah permainan. Jadi, mereka baru bisa bermain bersama-sama, alias main bareng. Satu per satu deh main bola masing-masing. Walau demikian, aku mulai mengajarkan cara bermain bola bersama. Jadi, Albara berdua dengan teman diminta saling bergantian menendang bola ke arah lawan.
.
Alhamdulillah, Albarra terlihat senang dan antusias dalam bermain bersama teman-teman, walaupun kadang terjadi juga kericuhan karena berebut mainan. Pada aktivitas kali ini, KECERDASAN INTELEKTUAL, khususnya untuk hubungan interpersonal dan KECERDASAN EMOSIONAL mulai terasah. InsyaaAllah Albarra selanjutnya bisa berinteraksi dengan lebih baik dan bergaul dengan mudah bersama teman-teman. Aamiin.
.
#hari10
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#meningkatkankecerdasananak
#institutibuprofesional
#bundytabercerita
#bundasayang
#bunsayiip
#iipdepok
#bunsay
#iip
.
@institut.ibu.profesional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah. Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang