Langsung ke konten utama

BunSay - Game Level #2 Tantangan Hari #16



•Game Level #2 Tantangan Hari #16•
.
Bismillah... Setelah kemandirian dalam hal makan, merapikan barang-barang pribadi, dan menjalankan shalat fardhu. Hari ini aku coba melatih kemandirian Althaf dalam hal bergaul, atau hubungan interpersonal. Kebetulan hari ini aku ada jadwal bertemu dengan teman baru untuk mengerjakan sebuah tugas, dengan sesama peserta Kelas Minat Menulis di Ibu Profesional Depok.
.
Selain emak-emaknya yang akan bertemu untuk kali pertama, anak-anak yang ikut juga akan saling berkenalan dengan teman baru. Kebetulan Althaf akan bertemu dengan teman yang seumuran dan sama-sama lelaki. Untuk mempersiapkan diri, aku bersama Althaf mencari tahu terlebih dahulu siapa orang yang nanti akan ditemui. Melalui media sosial kami mendapat sedikit informasi, jadi akan lebih mudah bagi kami untuk memulai perbincangan.
.
Sebelum pertemuan, Althaf pun sudah tau nama teman barunya, kisaran usianya, wajahnya, dan hobinya. Sesampainya di lokasi pertemuan, ia pun sangat menunggu-nunggu kehadiran si teman baru itu, berulang kali Althaf bertanya kapan ia akan datang. Hingga pada saatnya tiba, Althaf terlihat tak sungkan menyapa dan langsung mengajak si teman baru bermain di playground. Althaf terlihat beberapa kali memanggil nama, dan mengajaknya mengobrol. Bahkan ia mempersuasi agar temannya yang belum membeli makanan, memesan makanan yang sama sepertinya. Hahaha...
.
Iggo, nama teman baru yang ternyata sama dengan nama ayah Althaf, mereka bermain bersama bagai teman lama. Tak seperti biasanya, anak-anak yang canggung bertemu teman baru, mereka tampak cepat akrab. Dengan mempersiapkan informasi yang cukup, Althaf pun bisa mandiri dalam hal bergaul. MasyaaAllah... Tabarakallah... Cara ini tentu di kemudian hari dapat berguna bagi dirinya untuk menghadapi siapapun dan kondisi apapun. Misalnya, teman baru, sekolah baru, komunitas baru, dan lain sebagainya.
.
#hari16
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#iip
#institutibuprofesional
#bundasayang
#bunsay
#bunsayiip
#iipdepok
@institut.ibu.profesional


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

BunSay - Game Level #2 Tantangan Hari #2

•Game Level #2 Tantangan Hari #2• . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Subuh aku ukur suhu tubuh Althaf mencapai 39,1 derajat celcius. Akhirnya kuberi lagi paracetamol sambil terus mengompresnya dengan air panas, hingga pagi hari. Alhamdulillah, demamnya berkurang dan ia pun terbangun. Kami memutuskan untuk kembali izin sekolah dan beristirahat saja di rumah. Seperti biasa kalau demam turun, Althaf mulai ceria sehingga bisa kuajak sarapan di meja makan, walaupun  duduk dengan posisi bermalas-malasan. . “Mas, ini nasinya udah Bunda tuang ke piring, sekarang Kamu pilih mau makan apa?” Althaf melamun saja memandangi lauk-pauk di meja. “Mas, ayo… Kamu mau pakai apa?” Masih melamun kemudian tiba-tiba berkata, “Kentang kriuk aja pakai nasi.” “Lho,  Mamas kan suka itu wortel. Kemarin minta wortel.” “Yaudah wortel 3 potong aja.” Althaf pun mulai merengek. “Lauknya, Kamu coba semua ya, sedikit-sedikit aja.” “Ah, gak mau ah, ayam aja deh…” Pak suami yang duduk di samp