Langsung ke konten utama

BunSay - Game Level #1 Tantangan Hari #9



•Game Level #1 Tantangan Hari #9•

Hari ini adalah hari ketiga kami wisata ke Kota Batu Malang. Kami berencana mengunjungi beberapa wahana di Jawa Timur Park 3. Pagi-pagi kami sudah siap menuju lokasi, tapi ternyata sesampainya di sana, semua wahana baru dibuka pukul 11.00 WIB. Akhirnya kami berjalan-jalan dulu di mall, dan betapa terkejutnya kami karena banyak sekali wahana seru yang ingin dikunjungi. Salah satu yang paling diinginkan Althaf adalah Fun Tech Plaza.

Inginnya sih masuk ke semua wahana, tapi gak cukup waktunya, Gaess! Mengingat cuaca agak mendung, aku menjelaskan bahwa kita perlu ke Dino Park dan The Legend Star dulu, karena dominan lokasinya outdoor. Sementara Fun Tech Plaza bisa di malam hari karena dibuka sampai pukul 9 malam. Althaf pun merajuk agak lama, bahkan sampai ketika kami sudah masuk ke area depan Dino Park. Akhirnya aku pun berhenti membujuknya lalu diam dan memejamkan mata di hadapannya, sebagai salah satu upaya mengendalikan emosi. Alhamdulillah Althaf mau mengerti dan setuju, lupa deh dengan FunTech karena begitu “happy” di Dino Park.

Ternyata oh ternyata menjelajah Dino Park itu perlu waktu sekitar 4 jam. Mana cukup waktunya kalau harus ke Legend Star Park dan Fun Tech Plaza juga? Sementara itu tiket Legend Star sudah dibeli, yaa mau gak mau harus membatalkan kunjungan ke Fun Tech Plaza. Akhirnya, saat istirahat shalat Ashar aku pun menjelaskan bahwa waktu tak cukup dan kita masih perlu ke wahana Legend Star. Aku gambarkan bahwa di sana juga seru, ada ini dan itu.

Namun, dia terlihat kecewa dan aku pun tak enak karena sudah kepalang janji. Apalagi tadi juga sudah janji lagi kalau sore ke malam kita akan ke Fun Tech Plaza. Yampun, aku menyesal sebenarnya tapi akhirnya perjanjian baru pun dibuat, mengganti kunjungan ke FunTech Plaza dan menggantinya dengan membeli mainan. Hahaha… Kena deh!

Entahlah, kalau posisinya aku gak janji sih mungkin negosiasi lebih enak ya? Beberapa kali juga dia mengerti bahwa tak semua keinginan harus dipenuhi dan harus dimiliki. Kalau kali ini, kondisinya kami sudah survei sebelum liburan dan sudah dijanjikan pagi sebelum berangkat, bahkan siang saat istirahat. Hingga pada kenyataannya dibatalkan. Jadi, mau gak mau solusi harus dibuat demi kenyamanan kedua belah pihak.


#hari9
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#iip
#institutibuprofesional
#bundasayang
#bunsay
#bunsayiip
#iipdepok
@institut.ibu.profesional


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah.
Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang sekali…

Dariku dan Untukku

08/30 •Dariku dan Untukku• . Bismillaahirrahmaanirrahiim... Hari ini, tepat seminggu di tahun baru 2020. Setelah pekan lalu membuat refleksi 2019, aku jadi teringat akan sesuatu. Sebuah batu titian awal, untuk melompat ke tingkatan selanjutnya dalam kehidupan. Lompatan terbesarku di tahun kemarin adalah keberanian dalam menentukan pilihan. Salah satunya adalah “memilih untuk terus menulis”. . Sebuah resolusi yang dibuat sejak awal tahun 2019 dan berhasil direalisasikan. Alhamdulillah, tentunya atas izin Allah, aku bisa konsisten untuk menulis sepanjang tahun. Menulis apapun, diary, tugas belajar, pekerjaan, bahkan yang tak pernah aku bayangkan, bisa ikut berkontribusi dalam tiga buah buku antologi. . Selama tahun 2019, Alhamdulillah lahir tiga buah buku antologi bersama teman di berbagai komunitas. Karya pertama adalah sebuah buku non-fiksi terkait “Unforgettable Moment”. Kemudian aku mulai belajar menulis fiksi dalam buku “Pelangi di Negeri Air” dan terakhir “HR Story”, sebagai rekam jejak…

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo
Oleh: Cindyta Septiana
Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012.
Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan kerabat, tak lain ad…