Langsung ke konten utama

Berjodoh dengan CHRG


Akhir tahun 2011, informasi tentang CHRG (Certified Human Resources Generalist) kembali kuterima. Ya, itu adalah kali kedua kakak kelasku saat di SMA mengajakku untuk ikut serta pada pelatihan terintegrasi untuk karyawan posisi “Human Resources Department” (HRD) di sebuah perusahaan. Kebetulan saat itu kami memang sama-sama berprofesi sebagai HR. Setahun sebelumnya, setelah hampir 7 tahun hilang kontak, kami berjumpa kembali di sebuah pelatihan soft skill untuk para praktisi HR. Tak lama kemudian, kakak kelasku ini menginformasikan tentang pelatihan perdana CHRG. Sempat terlintas dalam benakku, saat bertemu kembali dengannya setelah sekian lama tak jumpa, “Apakah ini petunjuk-Nya?” Namun, agaknya saat itu kami belum berjodoh. Eh, maksudnya aku belum berjodoh menjadi peserta di CHRG Batch #1. Hehehe...

Sesungguhnya terdapat beberapa pertimbangan, mengapa aku tidak mendaftar CHRG Batch #1, sekitar akhir tahun 2010 dan awal tahun 2011. Saat itu masa kerja aku di perusahaan, tepatnya sebagai HR, masih seumur jagung. Selain itu, posisiku di HRD pun sangatlah spesifik, yakni sebagai “Training and Development Officer”. Di sisi lain, CHRG menawarkan materi yang cukup banyak, berupa penjabaran fungsi HRD secara umum, mulai dari rekrutmen & seleksi, pelatihan & pengembangan, hubungan industrial, remunerasi dan masih banyak lagi. Jadi, bagiku saat itu, CHRG belum begitu dibutuhkan.

Seiring berjalannya waktu, CHRG kembali diselenggarakan pada akhir tahun 2011, dimana aku mulai merasakan kehadiran jodoh yang semakin mendekat. Eh, ini lagi-lagi maksudnya jodoh dengan CHRG ya! Hehehe… Walaupun dalam hati aku pun kembali bertanya, “Apakah ini petunjuk-Nya?” Saat itu, aku sudah pindah dari perusahaan pertama ke perusahaan yang kedua dengan fungsi kerja yang jauh berbeda. Kali ini posisiku masih sebagai HR, tetapi dengan beban pekerjaan yang lebih besar dan kompleks. Celakanya, aku diberi tanggung jawab pekerjaan selain “Recruitment & Training” yang biasa kujalani sebelumnya. Bahkan ketika itu aku sama sekali belum memahami berbagai fungsi HRD secara keseluruhan.

Kondisi perusahaan ketika aku bergabung memang masih dalam proses pengembangan. Bagian HRD pun baru dibentuk dengan struktur yang ramping dan sederhana. Sehingga semua karyawan HR harus mengerti alur kerja HRD dari awal hingga akhir. Qadarullah, akhirnya aku pun berjodoh dengannya. Eh, maksudnya berjodoh untuk menjadi bagian dari keluarga besar SDMList melalui keikutsertaan di CHRG Batch #2. Seluruh proses belajar sangat menyenangkan dan selalu mendapat kemudahan. Alhamdulillah… Selain dukungan secara finansial dari perusahaan alias seluruh biaya pelatihan dan transportasi ditanggung, aku pun ditemani salah seorang rekan kerja sekantor. Jadi, apa yang kami pelajari di kelas CHRG dapat bersama-sama langsung diaplikasikan di perusahaan. Begitu pula saat mendapat tugas, bisa dikerjakan bersama sepulang kantor. Jadi, lemburnya saat itu demi tugas CHRG. Hehehe… Gak apa-apa kok, yang penting kan manfaatnya bagi perusahaan juga, ya kan? Bisaaee...

Kembali berbicara tentang CHRG, aku merasa sangat terbantu dengan serangkaian materi yang diberikan. Pada setiap bagian dari fungsi HRD, dijelaskan secara teknis bagaimana cara mengaplikasikannya di perusahaan. Hal ini tentu dibutuhkan bagi perusahaan-perusahaan baru yang memberikan gambaran umum pelaksanaan fungsi HRD di perusahaan, termasuk perusahaan tempatku bekerja saat itu yang sangat terbantu. Sebenarnya program ini cocok juga untuk para pekerja yang baru saja masuk ke dunia HR, karena di CHRG, konsep yang dipelajari pun tidak terlalu mendalam. Gambaran secara umum tentang HRD, yang dipaparkan dalam masing-masing materi pelatihan sangat membantu bagi para pemula. Tak hanya sekedar mengetahui bagian-bagian HRD saja, tetapi juga bisa mengarahkan kita pada minat akan fungsi tertentu. Momen ini juga dapat menjadi penentu kita apakah selanjutnya akan fokus pada satu posisi dan menjadi seorang ahli. Misalnya, Recruitment Specialist yang kelak menjadi Recruitment Manager. Wah, kalau begitu, harusnya sudah ikutan CHRG sejak Batch #1 ya? Hehehe... Tak apalah, jodoh nya memang di Batch #2 kok, yakinlah cerita yang indah memang akan hadir tepat pada waktunya. Eh...

Selanjutnya, selain materi yang menarik, para pengajarnya pun sangat baik. Mereka tak segan berbagi ilmu yang kalau dihitung-hitung tak ternilai harganya. Selain di kelas, bapak dan ibu yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia HR ini pun mau lho dimintai bantuan. Tak hanya terkait pelajaran di kelas CHRG yang sedang berlangsung, tetapi juga berbagai permasalahan yang kita hadapi di tempat kerja. Misalnya ketika ada kasus tertentu, maka mereka tak segan memberi saran atau membantu menemukan solusi untuk penyelesaian masalah. Nah, uniknya mengikuti pelatihan CHRG ini adalah secara otomatis kita tergabung dalam keluarga besar SDMList, jadi silaturahmi tidak akan putus saat pelatihan selesai. InsyaAllah akan terus terjalin seiring dengan diselenggarakan berbagai kegiatan, misalnya HR Coffee (sharing session), HR Benchmark, HR BootCamp, dll.

Satu lagi, suasana pelatihan yang kurasakan saat itu sangatlah menyenangkan, menambah semangat belajar. Maklum ya, CHRG ini berlangsung cukup lama, sekitar 3 bulan, setiap hari Sabtu dan Minggu. Kalau membosankan, tentu peserta akan berguguran, terlepas dari seberapa bermanfaatnya sebuah pelatihan. Keunggulan CHRG adalah materi yang menarik, pengajarnya yang sangat baik, serta kegiatan di kelas yang asik. Dengan berbagai metode diskusi dan presentasi materi, studi kasus, dan diakhiri dengan ujian pemantapan materi (mini thesis). Maka, lamanya kegiatan belajar tak terasa, tetapi manfaatnya ilmunya sangat luar biasa. Wah, kalau diingat-ingat jadi ingin ikut pelatihannya lagi, apalagi kalau belajarnya bareng sama jodoh. Hehehe…  Alhamdulillah, di saat yang bersamaan rasanya Allah SWT sedang mendekatkan aku dan jodohku dengan cara yang apik. Nah, kalau ini jodoh beneran ya… Ups! Mulai ketahuan nih modus ikut pelatihannya. Hihihi

Gambaran CHRG tentu tak terlepas pada sebuah program belajar yang diracik sedemikian rupa. sehingga menghasilkan template yang generik, dan dapat diaplikasikan di banyak perusahaan. Namun, manfaat dari mengikuti CHRG tak sebatas itu, jauh lebih terasa saat kita sudah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihannya. Setiap kali menemukan hal baru di perusahaan terkait SDM yang belum kita pahami, maka kita bisa bertanya pada teman-teman komunitas SDMList secara gratis. Kita juga bisa berbagi informasi tentang lowongan pekerjaan ataupun mencari kesempatan kerja baru untuk meningkatkan karir. Tak jarang pulang sesama anggota SDList saling merekomendasikan teman untuk sebuah posisi yang lebih baik di perusahaan lain. Wah, alhamdulillah ya, inilah yang namanya silaturahmi membawa rezeki.

Adapun bentuk kontribusi kita sebagai sesama praktisi HR bagi kemajuan bersama adalah dengan berbagi ilmu. Kesempatan terbuka lebar bagi kita yang bersedia menjadi pendamping bagi pengajar CHRG, istilahnya “Co-Trainer”. Aku alhamdulillah pernah sebanyak 3 kali diberi kesempatan untuk mendampingi Gurunda Ibu Nining Kristiana, untuk materi “Rekrutmen dan Seleksi”. Walaupun keberadaanku saat itu hanya sebagai penyemangat kelas dan penghibur peserta dengan memandu diskusi dan “Ice Breaking”. Hehehe... Siapalah aku ini kalo dibanding sama Bu Nining, hanya selembar kertas dari tumpukan tumpukan SOP Perusahaan. Aduh, perumpamaan yang berat ala HR. Hahaha

Demikianlah, mengapa CHRG begitu banyak diminati dan terus terselenggara hingga kini. Ini adalah hasil buah karya penuh cinta dari sebuah komunitas yang sudah lahir lebih dari satu dekade lamanya. Dengan jargon yang selalu bisa mengetuk hati setiap anggotanya, untuk terus “Learning, Sharing, Caring, and Thanking”. SDMlist selalu di hati dan CHRG selalu dinanti. Tetaplah menginspirasi. Kendati saat ini aku memilih untuk berkarir di ranah domestik dan fokus pada keluarga, SDMList melalui CHRG memiliki tempat tersendiri dalam sejarah kehidupanku. Komunitas ini telah memberi pengalaman berharga, tak hanya untuk pengembangan profesi, tetapi juga meningkatan kualitas diri. Satu lagi, sebagai petunjuk bagi hidupku untuk bertemu dengan jodoh, teman hidup di dunia dan di akhirat. InsyaaAllah

Depok, 9 April 2019

#OWOB
#oneweekonewriting
#KAMIMenulis
#IbuProfesionalDepok

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah.
Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang sekali…

Dariku dan Untukku

08/30 •Dariku dan Untukku• . Bismillaahirrahmaanirrahiim... Hari ini, tepat seminggu di tahun baru 2020. Setelah pekan lalu membuat refleksi 2019, aku jadi teringat akan sesuatu. Sebuah batu titian awal, untuk melompat ke tingkatan selanjutnya dalam kehidupan. Lompatan terbesarku di tahun kemarin adalah keberanian dalam menentukan pilihan. Salah satunya adalah “memilih untuk terus menulis”. . Sebuah resolusi yang dibuat sejak awal tahun 2019 dan berhasil direalisasikan. Alhamdulillah, tentunya atas izin Allah, aku bisa konsisten untuk menulis sepanjang tahun. Menulis apapun, diary, tugas belajar, pekerjaan, bahkan yang tak pernah aku bayangkan, bisa ikut berkontribusi dalam tiga buah buku antologi. . Selama tahun 2019, Alhamdulillah lahir tiga buah buku antologi bersama teman di berbagai komunitas. Karya pertama adalah sebuah buku non-fiksi terkait “Unforgettable Moment”. Kemudian aku mulai belajar menulis fiksi dalam buku “Pelangi di Negeri Air” dan terakhir “HR Story”, sebagai rekam jejak…

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo
Oleh: Cindyta Septiana
Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012.
Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan kerabat, tak lain ad…