Langsung ke konten utama

Review Buku: Smart and Happy Mom


Bismillah... Akhir tahun lalu, tak sengaja menemukan buku ini. Bukan di rak toko buku yang memang khusus menjual buku, tetapi di sebuah meja besar di antara lorong-lorong barang kebutuhan rumah tangga pada salah satu supermarket. Gambar sampul buku ini lah yang sangat menarik perhatianku, membuatku menghentikan sejenak troley belanjaan dan dalam hati kubertanya, “Kok mirip aku ya?” Hahaha…
.
Seperti biasa, buku antri untuk dibaca dan qadarullah tepat waktu saat membacanya. Ketika mulai jenuh dengan rutinitas pekerjaan domestik dan merasa kurang produktif sebagai ibu rumah tangga, buku ini pun menjadi penyelamat. Aku benar-benar diingatkan kembali akan fitrah menjadi seorang ibu, tujuannya, beserta ganjarannya. Paling tidak, buku ini membuatku bergairah kembali untuk menjalani hari-hari menjadi seorang “Ibu Rumah Tangga”.
.
Diawali dengan penjelasan tentang sosok wanita dalam Islam, bagaimana islam sangat memuliakan para ibu. Kemudian kita diingatkan kembali tentang berbagai tugas mulia sebagai seorang ibu, yang tentu sangat membanggakan dan memberi banyak peluang bagi kita untuk mendapat pahala dari Allah SWT. .
Bagian paling menarik dan membuatku bersemangat adalah tips dan trik untuk ibu rumah tangga yang percaya diri, tetap bahagia jiwa, raga, serta pikiran. Adapun pemaparan tentang inspirasi kegiatan bagi para ibu rumah tangga, sangat membantu kita dalam memberi alternatif kegiatan di luar ranah domestik yang juga tentu bernilai manfaat.
.
Setelah membaca buku ini, ibu rumah tangga diharapkan bisa tetap “happy” dalam menyelami perannya. Sehingga, jika ditambah dengan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalaninya, insyaAllah para ibu rumah tangga pun mendapatkan ganjaran pahala dan diberi kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT. Aamiin.
.
.
•Keterangan Buku•
Judul Buku: Smart and Happy Mom
“Bahagia Menjadi Ibu Rumah Tangga Yang Berlimpah Pahala”
Penulis: Milda Ini
Penerbit: Tinta Medina
ISBN: 978-602-0894-92-8
Cetakan: 1,  2018
Ukuran: 14 cm x 21 cm
Jumlah Halaman: xiv + 226 halaman
Harga: Rp42.000
.

#parenthood #parenting #oneweekonebook #owob #membaca #buku #bukubagus #bukuinspiratif #bukuislami #SehariSatuTulisan #bundytamembaca #bukumotivasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

BunSay - Game Level #2 Tantangan Hari #2

•Game Level #2 Tantangan Hari #2• . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Subuh aku ukur suhu tubuh Althaf mencapai 39,1 derajat celcius. Akhirnya kuberi lagi paracetamol sambil terus mengompresnya dengan air panas, hingga pagi hari. Alhamdulillah, demamnya berkurang dan ia pun terbangun. Kami memutuskan untuk kembali izin sekolah dan beristirahat saja di rumah. Seperti biasa kalau demam turun, Althaf mulai ceria sehingga bisa kuajak sarapan di meja makan, walaupun  duduk dengan posisi bermalas-malasan. . “Mas, ini nasinya udah Bunda tuang ke piring, sekarang Kamu pilih mau makan apa?” Althaf melamun saja memandangi lauk-pauk di meja. “Mas, ayo… Kamu mau pakai apa?” Masih melamun kemudian tiba-tiba berkata, “Kentang kriuk aja pakai nasi.” “Lho,  Mamas kan suka itu wortel. Kemarin minta wortel.” “Yaudah wortel 3 potong aja.” Althaf pun mulai merengek. “Lauknya, Kamu coba semua ya, sedikit-sedikit aja.” “Ah, gak mau ah, ayam aja deh…” Pak suami yang duduk di samp