Langsung ke konten utama

Review Buku: 20 Alasan Cinta Islam



Bismillah... Akhir pekan lalu, aku mengajak Althaf membeli buku dengan uangnya sendiri, alhamdulillaah ia merespon dengan antusias. Sesampainya di Toko Buku, kami langsung menuju area buku anak. Tak kukira dia memilih sendiri buku yang ingin dibeli. Buku ini salah satunya, karena isinya tak hanya tulisan, tetapi berbentuk komik. Alhamdulillah, akhirnya Althaf “move on” dari “activity book” atau buku cerita tentang CARS MOVIE. Walaupun ya saat kuintip buku satu lagi ternyata buku mewarnai gambar-gambar mobil. Hahaha… Teteup!
.
MasyaAllah… Tabarakallah... Buku ini adalah buku pertama yang dibaca Althaf tanpa pendampingan. Dia berinisiatif sendiri untuk membaca, bahkan sampai selesai sekitar 3 hari efektif. Hari ini tepatnya buku itu selesai dibaca, baru kemudian kupinjam dan mulai ikut membacanya. Ternyata isinya sangat menarik, dengan ilustrasi kehidupan pertemanan antara Hilmi, anak usia 10 tahun, bersama teman-temannya.
.
Seperti judulnya, terdapat 20 tema cerita yang mengungkap pertanyaan-pertanyaan, seperti kenapa harus berjilbab, puasa, mengucapkan salam, dll. Sementara cerita yang paling Althaf suka adalah “Kenapa Harus Pakai Tangan Kanan?”. Serta yang paling ia sukai adalah tokoh lain yang selalu menjadi bintang, yaitu Kero, robot kepik yang kerap memberi informasi tentang Islam.
.
Menurutku buku ini sangat “recommended” untuk dibaca anak-anak, karena ceritanya sangat ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bahasa yang digunakan pun mudah dimengerti dengan ilustrasi gambar yang menarik, walaupun hanya “grey on white”. Setiap cerita disertai pula penjelasan tentang sumber Hadist atau ayat Al-Quran yang dapat memudahkan anak memahami berbagai hal tentang Islam dan tentu saja bisa menjadi alasan untuk semakin “Cinta Islam” insyaaAllaah.
.
•Keterangan Buku•
Judul Buku: 20 Alasan Cinta Islam
Penulis: Anisa Widiyarti
Penerbit: PT -Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
ISBN: 978-602-03-2873-7
Cetakan: 2016
Ukuran: 14 cm x 21 cm
Jumlah Halaman: vi + 100 halaman
.
#oneweekonebook #owob #membaca #buku #bukubagus #bukuinspiratif #bukuislami #SehariSatuTulisan #bundytamembaca #bukuanak #bukuanakislami #pintarislam #ceritaanak #ceritaanakislam #BersamaGamedia #bukugpu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

BunSay - Game Level #2 Tantangan Hari #2

•Game Level #2 Tantangan Hari #2• . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Subuh aku ukur suhu tubuh Althaf mencapai 39,1 derajat celcius. Akhirnya kuberi lagi paracetamol sambil terus mengompresnya dengan air panas, hingga pagi hari. Alhamdulillah, demamnya berkurang dan ia pun terbangun. Kami memutuskan untuk kembali izin sekolah dan beristirahat saja di rumah. Seperti biasa kalau demam turun, Althaf mulai ceria sehingga bisa kuajak sarapan di meja makan, walaupun  duduk dengan posisi bermalas-malasan. . “Mas, ini nasinya udah Bunda tuang ke piring, sekarang Kamu pilih mau makan apa?” Althaf melamun saja memandangi lauk-pauk di meja. “Mas, ayo… Kamu mau pakai apa?” Masih melamun kemudian tiba-tiba berkata, “Kentang kriuk aja pakai nasi.” “Lho,  Mamas kan suka itu wortel. Kemarin minta wortel.” “Yaudah wortel 3 potong aja.” Althaf pun mulai merengek. “Lauknya, Kamu coba semua ya, sedikit-sedikit aja.” “Ah, gak mau ah, ayam aja deh…” Pak suami yang duduk di samp