Langsung ke konten utama

My Daily Planner




Bismillah… Taraaa…!!! Inilah dia My Daily Planner, yang dibuat dengan penuh cinta, keringat, darah, dan air mata. Dengan meluruskan niat untuk beribadah, jadilah jadwal harian yang padat merayap. Maklum ya, kini sudah jadi emak-emak 2 anak, tanpa asisten dan kerabat. Segala urusan domestik harus dikerjakan dengan optimal, tetapi peningkatan kualitas diri juga harus dilakukan maksimal. Demi menjadi Ibu Profesional untuk keluarga tercinta! Aheeyy semangat benerrr… Kayak lagi kampanye! .
Akhirnya, demi mengatasi waktu 24 jam yang selalu dirasa kurang, marilah mengaturnya sebisa mungkin agar waktu yang ada bisa lebih efektif untuk semua aktivitas. Mohon maaf ya ini detail banget, segala sapu/ pel, beres-beres, setrika, cuci baju (yang cuma tekan mesin terus jemur aja harus dimasukkin). Oho… Ini penting, Mak! Karena sampai urusan ke toilet aja kadang ditahan-tahan karena bayi minta ikutan. Demikianlah, tantangan terberat aku tuh… Kalau lagi diskusi online pegang hp aja direwelin anak-anak, yang satu minta nenen, yang satu minta temenin inilah itulah.
.
Jadi, sekarang kalau mau belajar/ ngerjain tugas, harus benar-benar dialokasikan waktunya, minta izin anak dan tentu support Pak Suami. Dengan demikian, adanya Daily Planner diharapkan bisa mendisiplinkan diri untuk sesuai dengan jadwal. Jangan sampe ya, keenakan gadget time malah kelamaan mantengin online shop. Hehehe…
.
Mohon maaf ini gak kreatip yaa, aku bukan anak desain soalnya, taste of art juga kurang kayaknya. Ketak - ketik pakai hp tengah malam, sok-sok-an tempel gambar sana - sini pakai aplikasi, jadilah begini hasilnya. Hahaha… Ceritanya ini nanti mau di-print ya, kayak jadwal belajar waktu zaman sekolah, biar gampang dilihat dan gak bolak - balik buka hp. Sekali lagi, yang penting niatnya ya, Gaes?!? Mohon didoakan, semoga lancar perjalanan, istiqomah, dan berkah. Aamiin.
.
#dailyplanner #dailyplanepics #dailyplanners #ibuprofesional #jadwalharian #institutibuprofesional #ibuprofesionaldepok #institutibuprofesionaldepok #iip #kelasbundasayang #bunsay #bunsayiip #bundasayang #bunsay5 #bunsay5depok1 #bundytabercerita #bundytabelajar


My Daily Planner
04.00
-
04.30
:
Bangun tidur, cuci baju (mesin), mandi pagi
04.30
-
05.00
:
Shalat Subuh, Tilawah Al-Quran, Muroja’ah hafalan, Dzikir pagi
05.00
-
06.00
:
Masak, cuci piring, persiapan suami kerja (sarapan, pakaian, bekal, dll.)
06.00
-
07.00
:
Beres-beres rumah, persiapan anak sekolah (mandi, sarapan, pakaian, perlap. sekolah, bekal, dll.)
07.00
-
08.00
:
Sapu/pel, jemur baju, persiapan bayi (mandi, sarapan, main di luar, dll.)
08.00
-
09.00
:
Shalat Dhuha, persiapan ibu belajar: tahfidz, tahsin, liqo
(Persiapan perlengkapan belajar & perlengkapan bayi untuk dibawa)
09.00
-
11.00
:
Ibu meningkatkan kualitas diri (Offline: di luar rumah: masjid, sekolah)
Gadget Time (Online: baca materi BunSay/ baca instruksi Game BunSay)
11.00
-
12.00
:
Selesai belajar, kembali ke rumah, persiapan anak pulang sekolah, makan siang bersama anak & bayi
12.00
-
12.30
:
Shalat Dzuhur
12.30
-
13.00
:
Gadget Time/ buat laporan tantangan BunSay
13.00
-
13.30
:
Buat Games BunSay/ buat laporan tantangan BunSay
13.30
-
14.00
:
Aktivitas bermain bersama anak &  bayi
14.00
-
14.30
:
Dongeng sebelum tidur siang anak & bayi
14.30
-
15.30
:
Tidur siang bayi & anak/ membaca buku anak/ aktivitas bersama anak
15.30
-
16.00
:
Shalat Ashar & dzikir sore
16.00
-
17.00
:
Olahraga atau bermain di luar bersama anak & bayi, mandi sore
17.00
-
18.00
:
Beres-beres rumah, sapu/ pel, persiapan makan malam
18.00
-
18.30
:
Shalat Maghrib
18.30
-
19.00
:
Makan malam bersama anak dan bayi
19.00
-
20.00
:
Shalat Isya dilanjut Muroja’ah hafalan anak, tahsin anak,
Ulangi pelajaran anak di sekolah
20.00
-
21.00
:
Temani suami makan malam & bermain bersama anak-anak
21.00
-
22.00
:
Dongeng sebelum tidur malam anak & bayi
22.00
-
22.30
:
Gadget Time/ Diskusi Online BunSay
22.30
-
23.00
:
Setrika pakaian
23.00
-
02.00
:
Tidur
02.00
-
02.30
:
Qiyamul Lail
02.30
-
04.00
:
Tidur/ kerjakan tugas yang memerlukan konsentrasi

To Do List:
  • _______________________
  • _______________________
  • _______________________

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah. Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan