Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

BunSay - Game Level #1 Tantangan Hari #4

•Game Level #1 Tantangan Hari #4•
Kudengar lagi, Albarra (21 bulan) berteriak karena sesuatu yang Althaf (5 tahun) perbuat. Akhirnya, mereka berdua kudekati, ternyata Althaf merebut paksa mainan sapi berisi gas yang bisa ditunggangi. Itu memang mainannya saat kecil, tapi kan harusnya sekarang sudah tak cukup untuk digunakan. Albarra pun akhirnya merasa memiliki, tapi Althaf seperti belum bisa merelakan sepenuhnya. Akhirnya drama berebut sapi pun seringkali terjadi.
Sesungguhnya kondisi ini tak hanya berkaitan dengan sapi yang kumaksud sejak tadi, tapi banyak hal. Ya mobil-mobilan, robot, bola, buku, hampir semua mainan rasanya selalu berebut. Aku terus mengajari mereka berdua untuk meminjam dengan cara yang baik, baik Althaf maupun Albarra yang memang sebenarnya belum bisa mengerti. Dengan perlahan kusampaikan, “Mas Althaf kalau meminjam mainan yang sedang dipakai Adik Barra, caranya yang baik ya!” Lalu demi kesetaraan kukatakan juga pada Albarra, “Adik juga begitu, kalau mau pinjam mai…

BunSay - Game Level #1 Tantangan Hari #3

•Game Level #1 Tantangan Hari #3•
Hari ini Althaf dan Albarra ikut Bunda menghadiri seminar, setelah aku dilanda keraguan sejak seminggu yang lalu. Kalo ada Pak Suami sih alhamdulillah, persiapan di rumah ada yang bantuin, saat acara juga ada yang jagain. Nah, kebetulan hari ini gak bisa nemenin karena harus keluar kota. Jadilah kegalauan melanda.
Aku tuh pengen sesekali belajar “offline” seperti ini apalagi materinya bagus dan jarang. Lebih sering ikut belajar “online” karena lebih mudah mengondisikan. Kalau di rumah kan aman, ada mainan, buku, video, makanan, bisa jadi senjata untuk perang. Biarin deh rumah kayak kapal pecah setelahnya, yang penting bunda tenang menatap handphone di pojokan. Buat belajar lho ya, jangan keterusan aja buka online shop terus nungguin kiriman. Hehe…
Kalau bawa dua anak lelaki sholeh ini ke suasana kelas formal, aduh rasanya tuh… Sangat menantang! Nah, karena aku suka tantangan, akhirnya jauh-jauh hari sudah “sounding” ke Althaf, biar dia tenang jatah hari …

BunSay - Game Level #1 Tantangan Hari #2

•Game Level #1 Tantangan Hari #2•
Pagi ini, segala perlengkapan untuk Lomba Mewarnai sudah siap. Tas lengkap dengan air minum, bekal roti, dan susu serta tertunya alat tempur, cayon dan meja lipat. Namun, mata Althaf sepertinya kasih berat untuk membuka, aku pun membawakannya segelas air putih. Kebetulan Hari Jumat, sambil memotong kuku, kami berbincang tentang kegiatan yang akan dilakukannya hari ini.
“Mas, gimana udah siap lombanya?” Althaf ternyum, “Belum!” “Lha kok belum?” “Ya kan aku belum mandi, belum pakai baju, sepatu. Gimana sih, Bunda?” “Hahaha, bisa aee… Maksud Bunda kesiapan lombanya nanti, yakin Mamas bisa?” “Iya.. yaa..!” Masih senyam-senyum. “InsyaAllah Mamas pasti bisa, yang pertama Mamas harus berdoa.” “Kalo keluar garis atau salah warnain gmn ya?” “Gapapa yang penting Mamas semangat, pasti bisa deh mewarnai dengan bagus. Usahakan rapi dan penuh.” “Iya, tapi yang lomba waktu itu pemenangnya bagus mewarnainya, gambar seperti hidup gitu loh, Bun.” “Gapapa kemarin dia yang menang, k…

BunSay - Game Level #1 Tantangan Hari #1

•Game Level #1 Tantangan Hari #1•
Pagi ini tak seperti biasanya, setelah Althaf siap berangkat ke sekolah, aku berbincang sebentar sambil menunggu mobil jemputan. Aku memulainya dengan santai, “Mas, kita ikutan nge-vlog yuk! Kayak yang di tv gitu lho, cerita-cerita tentang keseharian.” “Oke. Tapi ngomongin apa, Bun?” Respon Althaf semangat. “Hm… Yaa tentang kegiatan sehari-hari saja.” Aku pun segera mengambil handphone dan membuka fitur kamera video.
(Secara singkat, ini perbincangannya, maaf bukan verbatim ya! Hehehe…) “Hallo Gaes, hari ini insyaAllah Bunda akan arisan saat Althaf sekolah di rumah teman Althaf. Namanya siapa?” “Mikail.” Althaf menjawab cepat karena sudah diberi info sejak tadi malam. “Jadi, sepulang sekolah Althaf akan langsung diantar ke rumah Kail. Tapi, Bunda maunya nanti kalau sudah selesai dan diminta pulang, Althaf langsung pulang ya!” “Mmmmm, iya iya deh. Udah tau…” Jawab Althaf ragu, karna biasanya kalau main ke rumah teman, selalu minta tambahan waktu dan sulit seka…

Kelas Bunda Sayang Secara Resmi Dimulai

Bismillah… Kemarin adalah hari pertama Kelas Bunda Sayang Batch #5 untuk wilayah Depok. Aku sendiri berada di Kelas BunSay #5 Depok 1. Pada pukul 08.00 WIB, materi sudah matang dan siap disantap di Google Classroom. Kuintip sebentar sambil bersiap untuk Liqo di Masjid Babussalam. Namun, yang sebentar itu nyatanya malah kepikiran, terutama saat menyadari bahwa telah banyak kesalahan yang aku lakukan saat berkomunikasi. Baik pada diri sendiri, pasangan, maupun anak-anak. Astaghfirullah… Semoga ada waktu dan kesempatan bagiku untuk memperbaikinya, aamiin.
Dari materi yang disampaikan, terdapat hal-hal yang perlu dicatat dan diterapkan, mulai dari komunikasi dengan diri sendiri. Perkataan dalam komunikasi adalah hasil dari pikiran yang tertuang dalam kata-kata. Oleh sebab itu, kuncinya adalah perbaiki pikiran kita dengan menjadi lebih positif sehingga perkataan kita pun menjadi lebih positif yang tentunya dapat mengarahkan diri kita menjadi orang yang lebih produktif dan bermanfaat.
Sement…

Perkenalan “Minder” KaMi Menulis IP Depok

Hari ini adalah hari yang begitu spesial, tak hanya hari pertama masuk ke perkuliahan Bunda Sayang, tetapi juga bertepatan dengan bergabungnya aku di Kelas Minat Menulis - Ibu Profesional Depok. Benar-benar rasa ospek hari pertama, deg-deg-an dan takjub melihat teman-teman sekelas. Mulai dari profilnya, pengalamannya, prestasinya, dan tentu hasil karyanya. Tarik nafas panjang… Buang nafas panjang… Bismillah, semoga dengan mengikuti kedua kelas ini, aku pun bisa menjadi lebih baik, bukan untuk lebih baik dari mereka, tetapi lebih baik dari aku yang sebelumnya.
Kelas Minat Menulis - IP Depok dimulai dengan proses perkenalan, seperti yang sudah kuceritakan tadi. Maasyaa Allah, hampir semua peserta di kelas adalah “Penulis Beneran” bukan sepertiku yang hanya menulis sebatas pada halaman media sosial dan blog. Setidaknya kebanyakan dari mereka memiliki karya buku antologi atau tulisan dengan konten terstruktur. Menarik sekali, bagiku agar bisa lebih banyak belajar dari pengalaman mereka. Ha…

My Personal Branding

Setelah gak bisa tidur sehari semalam, memikirkan NHW terakhir di kelas Pra Bunda Sayang, alhamdulillah jadi juga. Bukan dari seberapa bagus desain dan seberapa indah tulisan, tetapi seberapa dalam makna dari setiap goresan yang mengikat jutaan doa. Bismillah, semoga “Personal Branding” yang tertuang dalam kartu nama ini dapat selalu mengingatkanku kepada visi dan misi hidup di dunia dan membawaku ke tempat terbaiki akhirat, surga-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selesaikan Masa Lalu, Menjadi Pribadi yang Lembut, Pemaaf, dan Penuh Kasih Sayang

Bismillah, NHW kali ini begitu menohok rasanya bagiku. Melihat perilaku Althaf kini seperti bercermin pada diri sendiri. Kulihat memang kepemimpinan mulai tumbuh dalam dirinya, ada ketegasan di sana, tapi tak luput dari sikap emosional yang juga tak sengaja kutampilkan. Aku bukanlah pribadi yang lembut dalam bertutur kata dan bertindak. Begitu pula dengan apa yang kudapat dari kedua orang tuaku, sejak kecil hingga kini.
Aku menyadari itu, aku memaafkannya dan berusaha untuk memperbaikinya. Mengapa? Banyak hal yang kupikir akan lebih baik jika segala sesuatu dibalut dengan kelembutan dan kasih sayang. Berbicara, berperilaku, dan bersikap tanpa perlu terburu-buru untuk menampilkan kemarahan apalagi menunjukkan rasa dendam. Aku sedang belajar untuk menyelesaikan masa lalu, demi masa depan anak-anakku.
Berawal dari pengelolaan emosi yang terlebih dahulu harus aku kuasai. Perlu untuk menyeimbangkan antara pemikiran (akal) dengan perasaan (hati nurani), sehingga emosi yang dikeluarkan sesuai …

My Productivity Booster

Pernah gak kamu mengalami suatu hari yang rasanya maleeesss banget? Istilah milenial tuh “mager” alias males gerak. Hari-hari jadi kurang semangat dan tentu saja tidak produktif. Di sisi lain, ada hari yang membuat kita merasa terkejut dengan segala apa yang sudah kita lakukan dan kita lihat serta rasakan hasilnya. . Terinspirasi dari postingan akun Iluni UI beberapa waktu lalu, aku jadi mulai bertanya pada diri sendiri, apa yang kualami selama ini mungkin juga terkait dengan yang namanya “Productivity Booster”. Jadi, ada saat dimana aku tidak menghadirkan booster di awal hari, sehingga kurang semangat untuk menjalani semua aktivitas yang hasilnya menjadi kurang produktif. . Aku pun mulai mengingat-ingat kembali apa hal yang membuatku lebih bersemangat memulai hari. Kuharus segera memahami apa energy booster ini karena sangatlah penting untuk meningkatkan produktivitas serta menghalau berbagai godaan kemalasan yang membawa dampak buruk bagi banyak hal. Nah, booster pada setiap orang pasti…