Langsung ke konten utama

Scientia Square Park



Liburan Part #8

Punya anak yang selalu terlihat “kelebihan energi” membuat orang tua harus putar otak untuk menyalurkannya. Kalau di hari-hari sekolah, ada fasilitas lapangan bola, trampolin, dan aneka permainan ketangkasan lain untuk Althaf melampiaskan energinya. Di rumah pun ia biasa bersama teman walau hanya sekedar berlarian, berkejaran, maupun bermain sepeda, basket, atau badminton. Begitu juga saat akhir pekan, Althaf biasa mengisinya dengan bermain ke rumah teman dan berlatih berenang. Nah, pada hari libur sekolah seperti saat ini, ayah dan bunda kembali harus berpikir keras ketika ia mulai terlihat bosan di rumah.

Alhamdulillah, kemarin kami menemukan tempat yang membuat Althaf excited melakukan berbagai beraktivitas di sana, yaitu Scientia Square Park di Gading Serpong. Selain kembali bertemu hewan-hewan seperti kelinci, kerbau, ikan dan burung hantu, serta memberi makan mereka. Althaf juga begitu senang saat melihat track sepeda untuk “freestyle”, dengan segera ia asik menggunakan “balance bike”. Ada pula berbagai fasilitas bermain lainnya dan panjat tebing yang membuatnya ketagihan. Kita juga bisa menyewa inline skate dan scooter atau membawa skateboard sendiri. Selain itu, saat menuju toilet, ternyata ada yang belum kami coba, yaitu bermain di area water feature.

Luasnya arena bermain dengan hamparan rumput yang tersusun rapi, membuat Althaf tak merasa bosan, bahkan ia mengatakan ingin kembali lagi sambil membawa serta sepedanya sendiri. Sayang sekali, lokasi cukup jauh dari rumah kami, padahal bunda juga cukup nyaman menemani kamu di sini. Tempat makannya banyak, musholla tersedia, toilet bersih, dan banyak spot untuk selfie. Hahaha… Aku paling suka taman kupu-kupu dan bundaran taman utama yang di malam hari bertabur lampu-lampu, cantik sekali. Tentunya masih banyak lagi keseruan lainnya yang belum sempat kami coba. Lain waktu pasti kami akan kembali, terima kasih Scientia Square Park, ayah bunda puas, karena Althaf bisa bergerak bebas tak terbatas.

#bundytamenulis #bundytabercerita #ceritabundyta #cigofamily #diary #diarybundyta #diarycigo #liburancigo  #cigotrip #libursekolah #liburakhirtahun #liburansekolah #liburanakhirtahun #rekreasi #vacation #piknik #liburankeluarga #scientiasquare

#aktivitasanak, #althafarohugo, #bundytabercerita #bundytamenulis, #cigofamily, #diarybundyta, #diarycigo, #liburan, #liburancigo, #libursekolah, #liburakhirtahun, #proudofyou, #rekreasi, #vacation

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah.
Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang sekali…

Dariku dan Untukku

08/30 •Dariku dan Untukku• . Bismillaahirrahmaanirrahiim... Hari ini, tepat seminggu di tahun baru 2020. Setelah pekan lalu membuat refleksi 2019, aku jadi teringat akan sesuatu. Sebuah batu titian awal, untuk melompat ke tingkatan selanjutnya dalam kehidupan. Lompatan terbesarku di tahun kemarin adalah keberanian dalam menentukan pilihan. Salah satunya adalah “memilih untuk terus menulis”. . Sebuah resolusi yang dibuat sejak awal tahun 2019 dan berhasil direalisasikan. Alhamdulillah, tentunya atas izin Allah, aku bisa konsisten untuk menulis sepanjang tahun. Menulis apapun, diary, tugas belajar, pekerjaan, bahkan yang tak pernah aku bayangkan, bisa ikut berkontribusi dalam tiga buah buku antologi. . Selama tahun 2019, Alhamdulillah lahir tiga buah buku antologi bersama teman di berbagai komunitas. Karya pertama adalah sebuah buku non-fiksi terkait “Unforgettable Moment”. Kemudian aku mulai belajar menulis fiksi dalam buku “Pelangi di Negeri Air” dan terakhir “HR Story”, sebagai rekam jejak…

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo
Oleh: Cindyta Septiana
Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012.
Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan kerabat, tak lain ad…