Langsung ke konten utama

Kubah Emas di Depok


Liburan Part #10

Sebagai warga Depok, masa gak tau destinasi liburan di wilayahnya sih? Hehe.. Sebenarnya banyak dan beberapa sudah masuk list, tapi ada banyak pertimbangan yang akhirnya urung kami kunjungi. Kami pun hanya memilih salah satu tempat yang terkenal di Depok, yaitu Masjid Dian Al-Mahri. Ada yang tau? Wah, sepertinya ada nama yang lebih populer nih, “Masjid Kubah Emas”. Ini kali kedua aku mengunjunginya setelah hampir 6 tahun menjadi warga Depok. Lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, yaitu di Meruyung, Limo Kota Depok. Alhamdulillah ke sini paling lama 30 menit kalau macet.

Sementara itu kalau aku perhatikan, banyak sekali bus-bus pariwisata yang datang, sepertinya kunjungan dari jamaah luar kota. Selain sebagai tempat ibadah shalat bagi umat muslim, kompleks masjid Kubah Emas juga menjadi kawasan wisata keluarga yang menarik perhatian banyak orang, seperti melakukan mandatory photo yang kami lakukan ini, hehe.. Althaf dan Albarra pun sudah tentu senang ke sini karena bisa berlarian bebas di pekarangan yang luas. Untuk sekelas masjid yang ada di Indonesia, masjid ini sangatlah istimewa. Perhatikan saja kubah-kubahnya yang dibuat dari emas, dan pilar - pilar yang begitu kokoh. Belum lagi lampu-lampu gantung di bagian dalam yang benar-benar indah dan sangat mewah.

Selain kemegahan eksterior dan interior, aku pun sangat mengagumi ketertiban dan keamanan yang digencarkan manajemen masjid ini. Ada penjaga di setiap pintu masuk, untuk memastikan jemaah bisa beribadah dengan khusuk. Di depan boleh berlarian sambil teriak dan foto-foto, tapi di dalam begitu sunyi dan tenang. Jadi, walaupun jamaah yang datang banyak sekali saat itu, kami pun bisa tetap beribadah dengan aman dan nyaman. Namun, yaa tak tahan juga sih untuk tidak mencuri-curi foto demi mengabadikan keindahan interiornya. Jadi saat selesai ibadahnya, foto sesekali asal tertib boleh ya…? Hehehe...

#bundytamenulis #bundytabercerita #ceritabundyta #cigofamily #diary #diarybundyta #diarycigo #liburancigo  #cigotrip #libursekolah #liburakhirtahun #liburansekolah #liburanakhirtahun #rekreasi #vacation #piknik #liburankeluarga #spiderman

#aktivitasanak, #althafarohugo, #bundytabercerita #bundytamenulis, #cigofamily, #diarybundyta, #diarycigo, #liburan, #liburancigo, #libursekolah, #liburakhirtahun, #proudofyou, #rekreasi, #vacation

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah. Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang