Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Mahasiswi Baru Kelas Bunda Sayang Matrikulasi Depok

Bismillah… Menjadi “Bunda” yang profesional nyatanya tidak mudah, hampir 6 tahun belajar di Universitas Kehidupan tak menjamin bunda bisa lulus di setiap tahapan ujiannya. Dalam mendidik anak-anak khususnya, banyak sekali yang belum bisa dilakukan, dan tak sedikit pula kurang tepat dalam penerapan. Namun, hal yang paling berbahaya adalah ketika bunda tak memiliki cukup pengetahuan, jadi secara formal seorang bunda pun harus “belajar”, yakni terus menerus menambah wawasan serta meningkatkan kemampuan. Alhamdulillah… @institut.ibu.profesional memiliki wadah untuk para bunda belajar bersama dalam mendidik anak-anak, juga membersamai kami untuk lebih memahami peran yang sesungguhnya, untuk menjadi IBU PROFESIONAL. InsyaAllah, di “Kelas Bunda Sayang” kami akan bersama belajar, mendidik anak-anak dengan cara yang menyenangkan. Sehingga kami pun dapat mendampingi mereka untuk tumbuh bersama, menjadi makhluk-Nya yang mulia serta bermanfaat bagi banyak sesama. Aamiin Allahumma Aamiin. Bismil

Si Sulung (versi non-ilmiah)

Pagi hari ini aku kebetulan dapat “undangan” dari sekolah Althaf. Banyak hal yang dibicarakan terkait anak-anak, hingga muncul sebuah perbincangan tentang karakter anak sulung. Kebetulan dua orang tua siswa yang hadir juga seorang sulung yang kemudian menemukan masalah yang sama dengan anak sulung mereka. Tentunya bahasan ini bukanlah tema utama yang dibicarakan, tapi ternyata ada kaitannya juga. Ketika berbincang tentang anak sulung, aku mencoba bercermin, kulihat diriku sebagai seorang anak sulung yang agaknya memang memiliki banyak kesamaan karakter dengan anak sulungku. Kami lebih cepat tumbuh dari kebanyakan anak seumuran. Bisa dibilang pemikiran kami berkembang lebih jauh ke depan, bisa dibilang lebih dewasa dan mandiri serta pemberani. Hal ini mungkin karena anak pertama diberikan tanggung jawab lebih dibanding anak urutan lainnya. Dari sisi lain, kami pun berdiskusi terkait tantangan menghadapi anak sulung. Entah mengapa kami merasa anak sulung lebih egois, susah m

Syafakallahu Albarra

Astaghfirullahaladzim… Setelah pekan lalu, bundanya yang harus bolak balik ke dokter, akhir pekan ini Albarra tumbang. Mungkin saja karena kondisi sedang kurang fit, diajak terus ke rumah sakit yang notabene tempatnya orang-orang yang mengalami sakit. Ada bakteri, virus, dan segala macam kuman tentu di sana, dan kekhawatiran pun terjadi. Albarra batuk, demam, dan berkali-kali buang air besar.

Pelukan

Hari ini benar-benar hari yang luar biasa. Hari yang membuatku sungguh merasakan betapa berartinya sebuah pelukan. Pelukan, yang kini kuyakini tak hanya sebuah bentuk perjumpaan fisik tapi sebuah pelampiasan jiwa.

Kunjungan ke Dokter (Bagian 2)

Akhirnya kemarin sore diputuskan untuk keluar dari Rumah Sakit Brawijaya setelah menunggu satu jam. Memperhatikan anak-anak bermain di playground kok rasanya was-was. Masalahnya adalah anak-anak lain yang bermain di sana kondisi kesehatan ya terlihat sedang tidak baik. Satu anak usia 5-6 tahun, berjenis kelamin perempuan asik bermain dengan akrab bersama Althaf. Namun, beberapa kali dia batuk berdahak dengan nafas yang berat. Belum lagi yang satu lagi, bolak balik menangis karena terlihat kesulitan bernafas. Hidungnya mungkin tersumbat dan beberapa kali bersin di depan Albarra. Aku pun kemudian membujuk anak-anak untuk turun ke lantai dasar. Albarra dengan mudah diajak naik lift sementara Althaf kujanjikan makan di restoran sebelah rumah sakit dengan membeli salah satu paket menu anak berhadiah mainan. Melewati koridor, aku lihat jam menunjukkan pukul 5 sore. Kuingat informasi suster jaga di UGD kalau hasil pengecekkan darah bisa saja selesai dalam waktu satu jam. Baiklah, tak ada

Kunjungan Ke Dokter (Bagian 1)

Setelah kegalauan hari kemarin setelah mendapat informasi tentang penggumpalan darah, akhirnya pagi hari ini memutuskan untuk konsultasi ke dokter. Tak taua harus ke dokter spesialis apa, akupun konsultasi terlebih dahulu ke dokter umum. Dari gejala-gejala yang aku sampaikan, seperti sakit kepala bagian tengkuk, pusing, kaki bengkak, dan nyeri di dada. Diagnosa sementara dokter adalah kolesterol tinggi, anemia dan maag. Aku pun mendapat rujukan untuk pemeriksaan laboratorium. Diperlukan puasa minimal 6 jam untuk pemeriksaan ini. Kegalauan pun terjadi lagi, saat ini pukul 10.00 WIB. Aku sarapan di pukul 07.00 WIB, jadi diperbolehkan mengambil sampel darah pada pukul 13.00 WIB. Namun, permasalahan datang dari perut yang sudah memanggil-manggil minta diisi. Yaa Allah, apalagi anak bayi baru saja minum ASI nih, jadi tambah laper aja. Godaan datang untuk makan, baru puasa lagi hingga nanti malam. Pas juga waktunya, bisa minta antar suami, tapi kok ya lama bangettt nunggu sampai jam 8 ma

Penyumbatan Pembuluh Darah?

Hari ini adalah awal pekan yang padat, seperti biasa setiap Senin pagi pukul 08.30 WIB, aku ada jadwal Liqo bersama ibu-ibu Sawangan Residence Ideal dan Cahaya Garuda Residence. Setelah Althaf berangkat sekolah, aku membawa Albarra ikut serta ke Masjid Babussalam. Lumayan, gendong anak 17 kg sekitar 500 meter dan naik tangga masjid. Sesampainya di lokasi tentu saja keringat bercucuran dan nafas ngos-ngos-an. Alhamdulillah, lelahnya fisik tak terasa jika sudah bersama ibu-ibu shalihah tadabbur Al-Quran dan mengkaji hadist. Adeeemmm gitu dan semakin semangat mengejar surga melalui apa yang kujalani kini sehari-hari. InsyaAllah dalam upaya menjadi istri serta menjadi ibu shalihah dan tentunya menjadi bagian dari masyarakat yang bermanfaat. Aamiin Allahumma Aamiin. Setelah Liqo, pukul 10.30 WIB aku bergegas ke sekolah Althaf. Sesungguhnya di waktu yang bersamaan ada kajian juga yang biasa dilaksanakan setiap awal bulan. Qadarullah, jadwal yang seharusnya pukul 09.00 WIB baru dimulai

Berlatih Bicara ala Bundyta

Liburan Part #11 Judulnya kok begitu? Bukannya ini foto sedang nyanyi karaoke gitu? Iya, karena sejarahnya berkaraoke ini bukan sekedar menyalurkan hobi nyanyi saja, menghilangkan stress apalagi latihan untuk lomba, hahaha … Liburan kali ini kami menyempatkan berkaraoke dalam rangka melatih Albarra berbicara. Lha kok berlatih bicara? Hehe..  Hehe.. Sesuai janji yang pernh tertulis di postingan instagram, aku mau share aktivitas bernyanyi Albarra sebagai proses berlatih bicara. Yuk, simak ceritanya ya.. Suatu hari di acara keluarga besar, “Albarra kok setahun belum bisa ngomong apa-apa sih? Kalah ya sama… &@@??//” Hello … Itu bayi masih setahun pula, ya masa bisa langsung pidato gaya Soekarno. Kesel aku tuu denger komentar dari orang yang suka banding-bandingin anak orang. Buat emak baperan kayak aku, ucapan ini sukses bikin gak bisa tidur. Kepikiran apa ada treatment yang salah? Padahal udah tahu juga kalau perkembangan setiap anak pasti berbeda. Akhirnya coba untuk

Kubah Emas di Depok

Liburan Part #10 Sebagai warga Depok, masa gak tau destinasi liburan di wilayahnya sih? Hehe .. Sebenarnya banyak dan beberapa sudah masuk list, tapi ada banyak pertimbangan yang akhirnya urung kami kunjungi. Kami pun hanya memilih salah satu tempat yang terkenal di Depok, yaitu Masjid Dian Al-Mahri. Ada yang tau? Wah, sepertinya ada nama yang lebih populer nih, “Masjid Kubah Emas”. Ini kali kedua aku mengunjunginya setelah hampir 6 tahun menjadi warga Depok. Lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, yaitu di Meruyung, Limo Kota Depok. Alhamdulillah ke sini paling lama 30 menit kalau macet. Sementara itu kalau aku perhatikan, banyak sekali bus-bus pariwisata yang datang, sepertinya kunjungan dari jamaah luar kota. Selain sebagai tempat ibadah shalat bagi umat muslim, kompleks masjid Kubah Emas juga menjadi kawasan wisata keluarga yang menarik perhatian banyak orang, seperti melakukan mandatory photo yang kami lakukan ini, hehe .. Althaf dan Albarra pun sudah tentu senang ke si

Spider-Man Pilihan Althaf

Liburan Part #9 Seperti yang sudah pernah disampaikan sebelumnya, salah satu destinasi liburan akhir tahun pilihanku adalah bioskop. Haha .. Receh banget ya liburannya, ya atuh udah seribu purnama gak nonton, berjuta judul film pun terlewatkan. Ada perasaan bersalah saat terakhir ke bioskop, yaitu ngajak Althaf saat nonton film action . Sudah jelas keterangannya untuk 13+ tapi memaksakan diri bawa anak masuk. Akibatnya lumayan terasa, dia gak mau lagi nonton film serupa, bukan hanya karena adegan yang keras tapi juga efek suara yang menambah ketegangan saat menontonnya. Oleh karena itulah, cuti panjang dulu ke bioskop. Salah, iyalah salah, jangan ditiru ya! Alhasil, akhir tahun lalu, pilihan menonton bioskop diserahkan ke Althaf. Dibandingkan dengan film “tukang galon”, ia memilih animasi “Spider-Man: Into the Spider-Verse”, alhamdulillah aman lancar bahkan penuh makna. Seheboh-hebohnya adegan animasi ya tidak terlalu berdampak, mungkin karena pemerannya bukan seorang manus

Scientia Square Park

Liburan Part #8 Punya anak yang selalu terlihat “kelebihan energi” membuat orang tua harus putar otak untuk menyalurkannya. Kalau di hari-hari sekolah, ada fasilitas lapangan bola, trampolin, dan aneka permainan ketangkasan lain untuk Althaf melampiaskan energinya. Di rumah pun ia biasa bersama teman walau hanya sekedar berlarian, berkejaran, maupun bermain sepeda, basket, atau badminton. Begitu juga saat akhir pekan, Althaf biasa mengisinya dengan bermain ke rumah teman dan berlatih berenang. Nah, pada hari libur sekolah seperti saat ini, ayah dan bunda kembali harus berpikir keras ketika ia mulai terlihat bosan di rumah. Alhamdulillah , kemarin kami menemukan tempat yang membuat Althaf excited melakukan berbagai beraktivitas di sana, yaitu Scientia Square Park di Gading Serpong. Selain kembali bertemu hewan-hewan seperti kelinci, kerbau, ikan dan burung hantu, serta memberi makan mereka. Althaf juga begitu senang saat melihat track sepeda untuk “freestyle”, dengan seg