Langsung ke konten utama

Libur Telah Tiba


Hari ini hari terakhir Althaf bersekolah di Semester 1 kelas TK B. Besok sudah pembagian rapor, berarti libur telah tiba! Anak senang, bunda kebingungan. Bagaimana tidak, jika dilihat dari jadwal, libur sekolah itu sekitar tiga minggu. Berarti 21 hari libur ditambah 3 hari di pekan ini, berarti ada 24 hari libur. Maaf ya, sebagai ibu beranak dua tanpa asisten, kadang bingung membagi waktunya, apalagi kalau harus konsisten bikin aktivitas terstruktur. Nah, kalau sekolah, lumayan bisa fokus dengan perkembangan Albarra. Siang, sepulang sekolah, baru bisa gantian perhatian utama ke Althaf. Selebihnya sih aktivitas rutin alhamdulillah bisa dilakukan bersama-sama.

Nah, kalau libur sekolah, Althaf ngapain aja di rumah, bingung aku tuh… Terbayang kegiatan harian Althaf dari bangun tidur, mandi, sarapan, dan main. Menjelang siang, pulang, Dzuhur, makan siang, lalu main. Tidur siang, Ashar, bagun sore, main lagi. Pulang untuk mandi, Maghrib, kemudian main. Isya, bobo malam, besok pagi begitu lagi. Paling bikin pusing adalah teman mainnya dia lagi, dia lagi, yang lama-lama gaya bahasa dan perilakunya jadi mirip satu sama lagi. (tepok jidat) Aku kudu piye?

Mulailah aku menyusun jadwal liburan, mencari alternatif kegiatan, dan minta tambahan jatah bulanan. Hehehe… Jadi ibu itu memang harus kreatif kayaknya nih, kalau cari-cari info sih memang banyak ya kegiatan bermanfaat untuk anak liburan, tapi budget tetap harus dialokasikan. Apalagi kalau ditanya keinginan, aduh sekalian libur akhir tahun ini kan, piknik “ngapa” piknik! Hiks.. Hiks.. Berhubung mau masuk SD yang cukup menguras tabungan, marilah kita mencari kegiatan murah meriah tapi tetap bermanfaat ya, Nak! Bismillah

Pertama, ajak Althaf bantu-bantu pekerjaan bunda di rumah. Kemarin dia sudah sempat bantu nyapu dan ngepel. Nah, ini bisa dirutinkan selama liburan, lumayan mengurangi beban pekerjaan, bisa pagi atau sore hari. Althaf juga sudah bisa menyiram tanaman dan membantu menjemur pakaian, kalau cuci piring malah jadi main air kelamaan dan Albarra ikut-ikutan. Selanjutnya membuat jadwal membaca buku atau mengisi “activity book” serta menggambar atau mewarnai. Waktunya bergantian dengan jadwal bantu-bantu bunda. Nah, malam hari setelah makan malam, walau liburan tetap wajib baca iqra atau hafalan surat, baru boleh main lagi. Ini idealnya ya, semoga bisa konsisten menjalaninya, kalau gak bisa yaudah nonton tayo dan tobot bareng-bareng aja deh

Hm… Rasanya cukup rencana untuk tugas rutin selama liburan. Untuk tugas spesialnya, di akhir pekan Althaf akan kuminta menulis cerita liburannya. Selanjutnya boleh juga lah setiap pekan ada acara liburan ke luar rumah. Misalnya, berkunjung ke rumah Nenek/ Kakek, Eyang, dan sepupu. Aku juga sudah membuat rencana pergi ke beberapa tempat, misalnya perpustakaan umum, kebun binatang, dan museum, serta bermain di alam terbuka, seperti kebun raya atau taman kota. Kemudian sekali nonton bioskop boleh lah ya sekalian ke mall, lalu sekali ke waterpark kan setiap minggu sudah les berenang. Hehehe… Ini sih mau bundanya juga piknik!

Apa lagi ya? Kalau ada masukkan boleh lho ya diinfo atau kalau mau bayarin liburan gratisan juga boleh banget. LOL. Bhaiqlah… Mungkin segitu dulu bayangan kegiatan liburannya. Semoga semuanya dalam kondisi sehat, diberi tambahan rezeki, dan cuaca juga mendukung untuk berkegiatan di luar. Pokoknya berdoa yang banyak agar dimudahkan segala urusannya dan dilancarkan semua rencananya. Satu lagi, harapanku apapun aktivitas liburan kita semua memberi manfaat dan membawa berkah. Aamiin Allahumma Aamiin. Mari bernyanyi bersama, “Libur telah tiba, libur telah tiba.. Hore.. Hore.. Hore..


#nulisyuk #nulisyukbatch18a
#bundytamenulis #ceritabundyta #cigofamily #diary #diarybundyta #diarycigo #challenge #menulis #tantanganmenulis #writing #writingchallenge #writingchallenge30 #menulis30hari #onedayonepost

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

BunSay - Game Level #2 Tantangan Hari #2

•Game Level #2 Tantangan Hari #2• . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Subuh aku ukur suhu tubuh Althaf mencapai 39,1 derajat celcius. Akhirnya kuberi lagi paracetamol sambil terus mengompresnya dengan air panas, hingga pagi hari. Alhamdulillah, demamnya berkurang dan ia pun terbangun. Kami memutuskan untuk kembali izin sekolah dan beristirahat saja di rumah. Seperti biasa kalau demam turun, Althaf mulai ceria sehingga bisa kuajak sarapan di meja makan, walaupun  duduk dengan posisi bermalas-malasan. . “Mas, ini nasinya udah Bunda tuang ke piring, sekarang Kamu pilih mau makan apa?” Althaf melamun saja memandangi lauk-pauk di meja. “Mas, ayo… Kamu mau pakai apa?” Masih melamun kemudian tiba-tiba berkata, “Kentang kriuk aja pakai nasi.” “Lho,  Mamas kan suka itu wortel. Kemarin minta wortel.” “Yaudah wortel 3 potong aja.” Althaf pun mulai merengek. “Lauknya, Kamu coba semua ya, sedikit-sedikit aja.” “Ah, gak mau ah, ayam aja deh…” Pak suami yang duduk di samp