Langsung ke konten utama

Kegemaranku yang Baru


Liburan Part #3

Semakin bertambah usia, maka semakin bertambah pula pengetahuan, pengalaman, dan kegemaran. Begitu juga dengan Althaf, sebelum usia empat tahun, hal yang ia kagumi hanyalah tokoh Lightning McQueen dalam “Cars The Movie”. Althaf selalu bercita-cita ingin menjadi pembalap mobil seperti tokoh kesayangannya itu di dalam film. Kemudian masih di seputar arena balap, ketika menonton balapan motor GP dan mengagumi skill para peserta balapan, ia pun berubah ingin menjadi pembalap motor. Namun, saat melihat risiko kecelakaan yang besar, Althaf mau menjadi pelari saja katanya, sama-sama menggunakan kecepatan, tapi tidak ada tabrakan. Dalam hatiku, “Ya ampun, Nak! Alhamdulillah deh, sekarang saja bunda sering was-was setiap melihat kamu atraksi balap sepeda.” Kegemarannya kini mulai bergeser ke aktivitas olahraga, saat piala dunia diselenggarakan pertengahan tahun 2018. Althaf mulai menyukai olahraga sepak bola. Apalagi sebagian besar temannya di rumah dan di sekolah juga sering bermain sepak bola, jadilah bertambah satu lagi cita-citanya, yaitu menjadi pemain bola.

Sepak bola pada akhirnya sangat mempengaruhi jalan hidup Althaf. Ceilah, agak berlebihan sih. Hahaha… Yaa, bagaimana tidak? Saat survei Sekolah Dasar pun salah satu pertimbangannya dalam memilih sekolah adalah ketersediaan lapangan sepak bola. Begitu senangnya terhadap sepak bola, setiap pulang sekolah, Althaf pasti menceritakan terlebih dahulu permainan sepak bola yang dilakukan di sekolah saat waktu istirahat. Ketika bercerita, matanya berbinar-binar, suaranya begitu lantang dan menggebu-gebu. Satu per satu secara rinci segala aktivitas berkaitan dengan sepak bola disampaikannya, bahkan terkadang memperagakan adegan dengan berbagai gerakan. Althaf juga mulai mengamati setiap pertandingan bola yang ia tonton di televisi serta ikut memberikan komentar. Dia pun sangat bersemangat saat ayahnya mengajak pergi ke lapangan bola sungguhan.

Namun, saat liburan tiba, entah darimana asal-usulnya Althaf mulai menyukai olahraga basket. Sebenarnya kami sudah sejak lama memiliki bola dan keranjang basket di rumah, tetapi memang posisinya sulit untuk dimainkan karena terletak di teras rumah yang penuh dengan kendaraan yang  parkir. Akhirnya, dipindahkanlah keranjang basket tersebut ke bagian depan rumah kami yang minimalis ini. Alhamdulillah dengan segala keterbatasan, Althaf dan teman-teman kini bisa bermain basket walau hanya bisa shooting bergantian atau dribbling di jalanan. Alhasil, sejak masa liburan, hampir setiap hari Althaf bermain basket. Nah, kalau sekarang ditanya, “Cita-cita kamu apa?” sudah tambah satu lagi deh, yakni menjadi atlet basket. Hehe… Tak mengapa Nak, sebelum kamu benar-benar mengejar mimpimu, kenali dulu apa yang menjadi kegemaranmu, kemudian temukanlah apa yang sesungguhnya menjadi cita-citamu.





#bundytamenulis #bundytabercerita #ceritabundyta #cigofamily #diary #diarybundyta #diarycigo #liburancigo #libursekolah #liburakhirtahun #liburansekolah #liburanakhirtahun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah.
Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang sekali…

Dariku dan Untukku

08/30 •Dariku dan Untukku• . Bismillaahirrahmaanirrahiim... Hari ini, tepat seminggu di tahun baru 2020. Setelah pekan lalu membuat refleksi 2019, aku jadi teringat akan sesuatu. Sebuah batu titian awal, untuk melompat ke tingkatan selanjutnya dalam kehidupan. Lompatan terbesarku di tahun kemarin adalah keberanian dalam menentukan pilihan. Salah satunya adalah “memilih untuk terus menulis”. . Sebuah resolusi yang dibuat sejak awal tahun 2019 dan berhasil direalisasikan. Alhamdulillah, tentunya atas izin Allah, aku bisa konsisten untuk menulis sepanjang tahun. Menulis apapun, diary, tugas belajar, pekerjaan, bahkan yang tak pernah aku bayangkan, bisa ikut berkontribusi dalam tiga buah buku antologi. . Selama tahun 2019, Alhamdulillah lahir tiga buah buku antologi bersama teman di berbagai komunitas. Karya pertama adalah sebuah buku non-fiksi terkait “Unforgettable Moment”. Kemudian aku mulai belajar menulis fiksi dalam buku “Pelangi di Negeri Air” dan terakhir “HR Story”, sebagai rekam jejak…

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo
Oleh: Cindyta Septiana
Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012.
Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan kerabat, tak lain ad…