Langsung ke konten utama

Kenangan Kaset Kusut


Beberapa waktu lalu, aku asik menyiapkan makan malam di dapur. Cukup lama aku di dapur, sampai-sampai cuci piring dan bersih-bersih lantai pun sempat dilakukan. Biasanya masak belum selesai, sudah ada yang datang menghampiri ikutan pegang itu dan ini. Dalam hati aku pun curiga, kok sepi sekali sih, tumben juga masak tanpa gangguan. Aku pun langsung beranjak ke ruang tengah, tahukah kondisi apa yang kudapati? Albarra, bayi gembulku, berhasil membuka lemari dan mengambil kaset antik milikku yang sengaja masih kusimpan untuk kenang-kenangan..

Apa yang kamu lakukan ketika nasib kaset kesayang dalam kondisi tak beraturan? Tak hanya berhasil mengambil kaset dari dalam lemari, Albarra juga berhasil mengeluarkan dari kotaknya. Bahkan sampul kertas berisi lirik lagu pun hilang entah kemana. Pita kaset yang seharusnya tergulung rapi sudah keluar dari lubang masing-masing hingga terputus di salah satu sisinya. Mau marah juga ia tak mengerti, mau menangis juga tiada berarti, aku pun hanya bisa meratapi. Rasa yang muncul malah gemas karena pita-pita ia lilitkan ke leher, kepala, tangan dan kaki hingga kesulitan melepaskan sendiri. Lalu, dia bergoyang-goyang. Uuhh.. Gemas sekali..

Nak, tahukah kamu kaset ini barang antik, kendati di rumah kita tak punya alat pemutarnya, kaset ini sengaja bunda simpan sebagai kenang-kenangan. Kaset ini pun isinya lagu dari salah satu band favorit bunda saat sekolah. Datang pensi sana sini demi melihat langsung sang idola beraksi. Hiks.. Lalu nasib kaset ini sekarang gimana? Melihat bunda bersedih, Albarra malah semakin kuat menarik-narik pita hingga putus. Hingga putus sudahlah harapan bunda untuk terus menyimpannya. Bye, kaset… Kamu kini tinggal nama, semoga abadi dalam kenangan selamanya. Hehehe… Btw, ada yang tau ini kaset apa?


#nulisyuk #nulisyukbatch18a
#bundytamenulis #ceritabundyta #cigofamily #diary #diarybundyta #diarycigo #challenge #menulis #tantanganmenulis #writing #writingchallenge #writingchallenge30 #menulis30hari #onedayonepost

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema Kontrasepsi (Bagian 1)

Bismillah… Judulnya sudah menggambarkan banget ya? Aku tuh beneran sedang bingung alias dilema, bahasa gaulnya “galau”. Kontrasepsi yang ingin aku pakai selepas menyusui anak kedua, yang kebetulan tepat tiga bulan lagi. Pasca melahirkan anak pertama, aku langsung menggunakan pil KB merk Microlut keluaran Bayer, isinya levonorgestrel 0.03 mg (belum tau maksudnya apa, hanya baca di kemasan). Berlangsung selama tiga tahun, hingga aku memutuskan untuk program memiliki anak kedua. Setelah anak kedua lahir, aku minum kembali pil KB yang sama hingga dua minggu terakhir kemarin saat usia anak 20 bulan. Mengapa pil KB? Awalnya aku berkonsultasi ke dokter kandungan setelah masa nifas kelahiran anak pertama selesai. Saat itu, niat hati ingin memasang IUD yang konon memiliki akurasi paling tinggi. Namun, apa daya, sesampainya di dalam ruangan dokter, nyali aku ciut. Rasanya seperti trauma “bukaan” saat melahirkan, gak berani sama sekali kalau diminta untuk reka adegan seperti saat melahir

Belajar Menulis Biografi

Berkenalan dengan Sosok Emak Pendongeng Siska Dewi Raharjo Oleh: Cindyta Septiana Siska Dewi, ibu dua anak, kelahiran 10 Desember 1991, memiliki latar belakang keluarga yang unik. Berasal dari keluarga dengan suku Jawa terpatnya Purwokerto, Siska lahir di Bandung dan menetap di sana hingga menikah serta memiliki seorang anak. Anak pertamanya lahir pada bulan April tahun 2013, bernama Muhammad Rioiggo Asadfaiq, tepat setahun setelah pernikahannya dengan Pandu Raharjo, yang diselenggarakan pada bulan 20 Mei 2012. Siska dan suami memutuskan untuk menikah di usia muda karena pada saat itu, mereka sudah merasa siap secara mental, spiritual, dan finansial. Begitu pula dengan restu yang telah didapat dari orang tua, beberapa saat setelah wisuda menjadi Sarjana Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Anak Luar Biasa. Namun, menikah di usia 21 tahun nyatanya bukan keputusan yang mudah. Kala itu Siska dihujani pula banyak pertanyaan dari keluarga dan

BunSay - Game Level #2 Tantangan Hari #2

•Game Level #2 Tantangan Hari #2• . Bismillaahirrahmaanirrahiim… Subuh aku ukur suhu tubuh Althaf mencapai 39,1 derajat celcius. Akhirnya kuberi lagi paracetamol sambil terus mengompresnya dengan air panas, hingga pagi hari. Alhamdulillah, demamnya berkurang dan ia pun terbangun. Kami memutuskan untuk kembali izin sekolah dan beristirahat saja di rumah. Seperti biasa kalau demam turun, Althaf mulai ceria sehingga bisa kuajak sarapan di meja makan, walaupun  duduk dengan posisi bermalas-malasan. . “Mas, ini nasinya udah Bunda tuang ke piring, sekarang Kamu pilih mau makan apa?” Althaf melamun saja memandangi lauk-pauk di meja. “Mas, ayo… Kamu mau pakai apa?” Masih melamun kemudian tiba-tiba berkata, “Kentang kriuk aja pakai nasi.” “Lho,  Mamas kan suka itu wortel. Kemarin minta wortel.” “Yaudah wortel 3 potong aja.” Althaf pun mulai merengek. “Lauknya, Kamu coba semua ya, sedikit-sedikit aja.” “Ah, gak mau ah, ayam aja deh…” Pak suami yang duduk di samp