Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Pesan Cinta Althaf

Sekitar dua pekan lalu, kami menghadiri sebuah acara di pertengahan ibukota. Mengingat lokasi yang cukup jauh dari rumah dan waktu pelaksanaannya pun di malam hari, kami memutuskan untuk menginap di hotel tempat acara akan berlangsung. Pukul dua siang, kami sampai dan berbincang sebentar dengan beberapa rekan di ruang tunggu, lalu masuk ke kamar sekitar pukul tiga sore. Kebetulan kami sudah ada acara sejak pagi hari sehingga tubuh rasanya lelah sekali. Sesampainya di kamar, kami langsung membersihkan diri, shalat, dan istirahat santai di kasur sambil menonton televisi.
Kalau Albara sudah dipastikan menyusu sambil bobo siang. Ayah juga tiduran santai sambil sesekali mengganti siaran televisi. Sementara itu, Althaf terlihat sedang menulis di meja. Aku pun memanggil Althaf dan memintanya beristirahat, “Mas Althaf, kamu ngapain? Bobo sini lho di kasur, istirahat dulu, kan nanti malam ada acara di pinggir kolan renang.” Jawabku dari kasur, masih posisi menyusui Albarra. “Iya, sebentar aku sed…

Kenangan Kaset Kusut

Beberapa waktu lalu, aku asik menyiapkan makan malam di dapur. Cukup lama aku di dapur, sampai-sampai cuci piring dan bersih-bersih lantai pun sempat dilakukan. Biasanya masak belum selesai, sudah ada yang datang menghampiri ikutan pegang itu dan ini. Dalam hati aku pun curiga, kok sepi sekali sih, tumben juga masak tanpa gangguan. Aku pun langsung beranjak ke ruang tengah, tahukah kondisi apa yang kudapati? Albarra, bayi gembulku, berhasil membuka lemari dan mengambil kaset antik milikku yang sengaja masih kusimpan untuk kenang-kenangan..
Apa yang kamu lakukan ketika nasib kaset kesayang dalam kondisi tak beraturan? Tak hanya berhasil mengambil kaset dari dalam lemari, Albarra juga berhasil mengeluarkan dari kotaknya. Bahkan sampul kertas berisi lirik lagu pun hilang entah kemana. Pita kaset yang seharusnya tergulung rapi sudah keluar dari lubang masing-masing hingga terputus di salah satu sisinya. Mau marah juga ia tak mengerti, mau menangis juga tiada berarti, aku pun hanya bisa mer…

Dacin Inovatif

Setiap bulan, aku membawa Albarra ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, aku bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, baik berupa seminar atau konsultasi dengan bidan. Sebenarnya posyandu di lingkungan tempat tinggalku biasa diadakan di dalam komplek perumahan, yakni wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun, untuk waktu-waktu tertentu, posyandu terpusat di wilayah RW (Rukun Warga). Misalnya, saat pembagian vitamin A dan obat cacing setiap enam bulan sekali, atau imunisasi. Seperti halnya hari ini, ada pembagian obat cacing gratis dari pemerintah, sehingga posyandu RW dilaksanakan di perkampungan warga sebelah komplek rumah.
Sebenarnya pemantauan berat dan tinggi badan, ataupun pemberian obat cacing bisa dilakukan mandiri. Namun, di sini kita bisa sekaligus silaturrahim dengan warga di luar komplek, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) wilayah RW. Selain itu, Albarra juga senang sekali…

Bundyta Tak Kenal GTM

Kalau dibaca dari judulnya saja, mungkin aku sudah langsung dilempar piring, oleh bunda-bunda yang “jungkir balik” menghadapi GTM pada anak nih! Hoho… Sabar Bun, mari kita kenalan dulu bersama-sama yaa... GTM singkatan dari Gerakan Tutup Mulut, biasanya dilakukan oleh para bayi dan anak-anak hingga usia tiga tahun. Pada fase ini, mereka menolak makanan yang diberikan, bahkan makanan yang mungkin sebelumnya disukai.
Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya GTM. Misalnya anak sedang tumbuh gigi, sehingga merasa kurang nyaman untuk makan. Bisa saja ia sedang dalam proses peralihan tekstur makanan, dari yang cair menjadi kental, atau terkejut dengan tekstur padat. Mungkin juga sedang bosan dengan jenis makanan tertentu karena terlalu sering diberikan atau malah sudah terbiasa dengan rasa makanan tertentu sehingga menjadi pemilih. Penyebab lain mungkin saja memang ia sudah kenyang, setelah minum susu atau makan camilan.
Bunda sudah “googling” resep sana-sini, belanja ke pasar sejak dini h…

Sandal Jepit Terbang

Sandal jepit, menjadi teman andalan Althaf saat bermain sore. Aku sengaja membelikannya karena pernah dibelikan sandal kulit, bagian depannya tergerus karena mengerem sepeda dengan kaki. Pernah juga dibelikan sandal karet yang lebih bagus, tetapi hilang saat shalat di masjid. Alhamdulillah model sandal jepit ini cukup awet dan murah meriah. Sandal berwarna biru sengaja dibelikan, sementara sandal jepit tali merah itu tak sengaja dibeli karena saat mudik, sandal utama copot, akhirnya hanya sandal jenis itu yang ditemukan di minimarket.
Senin pekan lalu seperti biasa, setiap pukul empat sore, Althaf bermain bersama teman-teman di lingkungan rumah. Biasanya mereka bermain mobil-mobilan, robot, lego dan lain sebagainya di teras rumah. Setelah merasa bosan, mereka pun main ke luar. Balapan sepeda, sepak bola, badminton atau yang sedang hits saat ini adalah sepatu roda. Ketika bermain bola, mereka pun membuka sandal dan menjadikannya sebagai pembatas gawang.
Saat itulah ide kreatif anak-anak …

Selamat Hari Guru Nasional

Hari ini, 25 November 2018, adalah hari untuk memberikan apresiasi tertinggi bagimu, wahai guruku. Ibu dan bapak guru, yang tentunya begitu berarti bagiku berkat jasa-jasamu. Tak hanya dari apa yang diajarkan, tetapi juga dari apa yang ditunjukkan. Sejatinya memang guru tak hanya mengajarkan berbagai hal tentang ilmu pengetahuan tetapi mendidik dengan memberi teladan.
Saat ini sesungguhnya aku sudah tak ingat lagi apa yang diajarkan bapak dan ibu guru di sekolah, akan tetapi banyak hal lain yang dapat menjadi bekal bagiku dalam menjalani kehidupan. Kasih sayang, ketulusan, konsistensi, disiplin, kerja keras, semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri, serta segala nilai-nilai integritas dan kepribadian yang tidak dapat tergantikan dari sumber informasi apapun, bahkan teknologi canggih sekalipun.
Hari ini, aku semakin menyadari akan dedikasi para guru terhadap negeri. Dengan sepenuh hati membimbing anak bangsa demi ibu pertiwi. Dengan sepenuh jiwa mengukir peradaban untuk masa depan…

Sepuluh

Sepuluh, angka yang selalu aku suka, sampai-sampai aku jadikan bagian di tanda tangan. Jadi, angka sepuluh pun pernah masuk di ijazah, KTP, buku tabungan, sampai buku nikah. Pernah suatu kali tanda tanganku dinilai oleh seorang trainer softskill, entah dia benar-benar bisa menilai arti dari goresan tanda tangan atau hanya sekedar menebak saja. Katanya aku ini perfectionist, karena menuliskan angka sepuluh. Yaa di-iya-in aja deh, padahal kan ada arti lain. Hehehe… Ada yang tau?
Sebenarnya yang ingin aku bagi adalah tentang hari ini. Hari kesepuluh yang dilalui dengan menulis Diary. Alhamdulillah jadi benar-benar bisa mendisiplinkan diri. Ya, itulah sebenarnya tujuan dari mengikuti tantangan ini. Membiasakan diri untuk menulis, apa saja ide yang tiba-tiba muncul di kepala, langsung dicatat. Pengembangannya sih nanti pas nunggu waktu senggang. Nilai positif yang didapat dari sepuluh hari pertama ini, aku jadi lebih sensitif dengan berbagai hal yang aku lihat, aku dengar, dan aku rasakan. …

Keju Oh Keju (Bagian 2)

Hari ini sesuai dengan judulnya, aku masih ingin berbagi tentang makanan rasa keju. Kebetulan beberapa waktu lalu ke swalayan dekat rumah dan kedua camilan keju ini sedang promo, jadi murah sekali hanya sekitar lima ribuan. hahaha… Kebetulan juga memang menjelang weekend dan perlu membeli perbekalan snack untuk menemani perjalanan di dalam mobil. Yaa maklum ya aku tuh tidak bisa terlambat makan, jadi walau sedikit harus ada yang masuk dulu ke perut. Jika tidak, kepala akan sakit, lambung perih hingga ke dada terasa mual. Alhasil, suami dan anak-anak bisa kena marah deh. Tidaaakkk!!!
Kembali membahas snack ini, keduanya ternyata berasal dari satu perusahaan yang sama, tapi dengan brand yang berbeda. Pada awalnya, aku hanya mengetahui bahwa kedua merek dagang ini memproduksi jenis biskuit dan kue kering rasa coklat. Namun, ternyata kemudian berkembang dengan mengeluarkan varian lain seperti vanilla, capucino, redvelvet, strawberry, dan cheese pada “Tim Tam”. Sementara itu, “Good Time” ya…

Keju Oh Keju

Gara-gara follow instagramnya Laudya Cynthia Bella, terus kok jadi teringat dengan Makuta Bandung ya? Terutama yang rasa keju. Huh, dasar pecinta keju ya, walau ada rasa-rasa yang lain, tetap yang pertama dan utama adalah mencoba yang ada keju-kejunya. Waktu itu aku beli yang “Makuta Cheese”, karena yang extracheese kebetulan habis. Kalau yang extra cheese ada tambahan topping keju lagi lho di atasnya. Yummy...

Paduannya boleh juga sih, antara puff pastry di bagian luar dengan sponge cake di tengah dan ditutup dengan cream cheese bagian atasnya. Nah, bagian yang “kriuk” di luar bikin anakku suka, sementara bayiku saat itu sudah bisa icip-icip bagian krimnya. Sponge cake-nya sendiri memiliki tekstur yang ringan sehingga saat digabung dengan cream cheese itu kok kayaknya jodoh banget ya? Hehehe… beneran ini teh ngangenin.
Untuk harganya pun sangat terjangkau, sekitar Rp65.000 saja untuk pembelian langsung di outlet resmi, tapi konon bisa naik sampai sembilan puluh ribu-an kalau di reselle…

Si Gembul Albarra

Siapa yang suka bolak-balik memantau Kurva Pertumbuhan Anak? Ayo, ngacung…! Aku, mungkin salah satunya, setiap bulan walaupun kenaikan tinggi badan hanya beberapa sentimeter dan berat badan hanya beberapa puluh gram. Dilematis rasanya saat mengukur Mas Althaf dan Adik Albarra secara bersamaan, yang satu khawatir kalau berat badan tidak naik-naik, sementara yang satu bingung kalau naik terus. Namun, yang paling menakutkan kalau melihat berat badan ibu yaa?? Hahaha…

Sebenarnya Althaf sendiri jika dilihat pada kurva, untuk anak usia lima tahun masih berada di posisi normal. Hal yang membuatku panik adalah ketika secara tidak langsung membandingkan dengan Albarra. Setelah memegangnya lalu memegang Althaf, langsung terasa berbeda cengkramannya. Jadi, Althaf ini terasa kurus sekali, sementara Albarra terasa sangat gemuk. Perasaan aja kali ah...
Albarra memang sejak lahir sudah berukuran cukup besar, yaitu 3,75 kg dengan tinggi 50 cm. Sampai sekarang alhamdulillah ia tumbuh dan berkembang menj…